Passapu Merah Menyala di Dirgahayu 69 Kodam XIV Hasanuddin
Inilah kali pertama passapu dikenakan massif di seremoni HUT Kodam yang dulu bersandi Wirabuana ini.
Di meja VVIP para komandan pasukan, Dandim, dan pimpinan satuan tugas Kodam, mengenakan passapu.
Beberapa Tetamu VIP dari matra TNI Angkatan Udara, Laut dan polisi juga mengenakannya. Dan jadi simbol perang dan seremoni adat sejak abad ke-10
Perwira menengah, Passapu dan Patonro adalah sebuah penutup kepala yang berupa lilitan kain khas Makassar. Patonro telah ada sejak abad ke-7.
Patonro merupakan pakaian adat tutup kepala suku yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Makassar, Bugis, Kajang, dan Toraja.
Pakaian adat ini berupa lilitan kain yang melambangkan kejantanan.
Pada zaman raja Gowa yang ke-10, Passapu digunakan sebagai penanda sosial yang hanya dapat digunakan oleh raja-raja, anak karaeng (bangsawan) dan juga tubarania (ksatria). Di saat itu penggunaan Passapu memiliki syarat dan aturan tersendiri.
Jika panglima mengenakan Passapu tegak berdiri maka artinya mereka siap berperang. Namun jika Patonro digunakan agak terjatuh itu berarti raja tersebut ingin menghadiri acara adat.
Di zaman Raja Gowa yang ke-10 I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng, penggunaan Passapu penuh akan syarat dan aturan.
Passapu hanya dapat digunakan para raja-raja, bangsawan, dan panglima.
| Rizky Eka Dicoret, Tak Ada Pemain PSM Makassar Bela Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik |
|
|---|
| Pelari dari Sulawesi Tengah Kuasai Kategori Bergengsi Makassar Half Marathon 2026 |
|
|---|
| Deretan 3 Bupati, 1 Wali Kota, Wabup Hadiri Tudang Sipulung Kadin Sulsel |
|
|---|
| Asmo Sulsel Perkuat UMKM dan Kelompok Binaan Lewat Seminar Pengembangan Usaha |
|
|---|
| Jangan Tertipu Harga Murah, 7 Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Helm bagi Pemotor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-01-Dirgahayu-69-Tahun-Komando-Daerah-Militer-Kodam-XIV-Hasanuddin-2.jpg)