Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pembunuhan di Penginapan

Cemburu Buta Membawa Maut, Akhir Tragis Perempuan Selayar di Penginapan Makassar

Kamar hotel yang disewa selama tiga hari itu justru menjadi saksi bisu detik-detik terakhir hidupnya.

Tayang:
Editor: Sudirman

Rasa cemburu yang mengakar membuat EB gelap mata.

Ia diam-diam menyiapkan empat butir obat penghilang rasa nyeri dosis tinggi, menumbuknya hingga halus, lalu melarutkannya ke dalam sebotol air mineral.

Modusnya, korban ini dalam posisi tidur dibangunkan.

Pelaku sudah mempersiapkan obat penghilang rasa nyeri sebanyak 4 butir, kemudian digerus dan dimasukkan ke dalam botol air mineral.

"Nah pada saat sudah disiapkan, korban dibangunkan kemudian dicekoki oleh minuman yang sudah dipersiapkan tersebut," lanjut Wawan secara detail.

Saat ditangkap pada tengah malam, EB sempat mencoba bersandiwara dan mengemas kematian MA seolah-olah karena bunuh diri atau sakit mendadak.

Namun, runtutan interogasi dan bukti-bukti visual di TKP tak bisa membohongi penyidik.

"Awalnya banyak yang mengira itu bunuh diri. Pada saat dilakukan olah TKP bersama dengan Dokpol dengan Jatanras dan Polsek, kami menemukan beberapa kejanggalan," ujarnya.

Pelaku sempat mengelak tak mengakui perbuatannya.

"Nah, setelah berjam-jam proses penyelidikan, kemudian juga ada interogasi, paginya baru yang bersangkutan mengakui bahwa dialah yang memberikan obat tersebut kepada korban," ungkap Wawan.

Kini, kamar 401 telah diberi garis polisi, menyisakan sepenggal kisah pilu tentang MA.

Seorang perempuan yang jauh-jauh datang dari pulau seberang demi menemui tambatan hati, namun justru pulang dalam peti mati akibat ego dan kecemburuan yang tak terkendali.

Pelaku EB kini harus bersiap menghabiskan sisa umurnya di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved