Okupansi Hotel di Makassar Lesu Saat Long Weekend
Ketua IHGMA Sulsel, Zulkifli Nur, menyebut, rata-rata okupansi hotel di Makassar saat ini hanya berada di kisaran 35 persen.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami tren penurunan selama Mei 2026, terutama saat libur panjang (long weekend).
Kondisi ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga Makassar yang lebih memilih berlibur ke luar daerah dibanding menghabiskan waktu di dalam kota.
Sebagaimana diketahui, Mei 2026 memiliki total enam hari libur resmi.
Jumlah tersebut terdiri atas empat hari libur nasional dan dua hari cuti bersama, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional../
Adapun empat hari libur nasional tersebut meliputi 1 Mei (Hari Buruh Internasional), 14 Mei (Kenaikan Yesus Kristus), 27 Mei (Iduladha 1447 Hijriah), dan 31 Mei (Waisak 2570 BE):
Sementara itu, dua hari cuti bersama ditetapkan pada 15 Mei (Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus), dan 28 Mei (Cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah).
Baca juga: Hotel Claro dan Dalton Makassar Siap Tampung Ribuan Jemaah Salat Iduladha 1447 Hijriah
Pada periode tersebut, hotel-hotel di Kota Daeng, mengalami penurunan okupansi.
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sulsel, Zulkifli Nur, menyebut, rata-rata okupansi hotel di Makassar saat ini hanya berada di kisaran 35 persen.
Angka tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
“Kalau kita bandingkan tahun lalu dengan tahun sekarang di bulan yang sama, itu masih lebih bagus tahun lalu. Tahun lalu kita masih bisa dapat 45 persen, sementara sekarang ini hanya di kisaran 35 persen,” kata Zulkifli, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (24/5/2026) malam.
Menurut Zul, sapaan akrabnya, karakteristik pasar perhotelan di Makassar berbeda dengan kota-kota besar di Pulau Jawa ketika long weekend tiba.
Jika hotel-hotel di Jawa menikmati peningkatan kunjungan wisatawan, kondisi sebaliknya justru terjadi di Makassar.
Saat libur panjang, banyak warga memilih meninggalkan kota untuk berwisata ke sejumlah daerah tujuan seperti Malino di Kabupaten Gowa maupun Bulukumba.
Di sisi lain, hotel-hotel yang tidak memiliki fasilitas ballroom besar kini lebih bergantung pada penjualan kamar melalui aplikasi online travel agent (OTA).
Meski demikian, sejumlah hotel besar masih mendapat dukungan okupansi dari kegiatan sektoral tertentu, seperti agenda sensus Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, beberapa hotel juga tetap menjalankan program rutin tahunan menjelang Hari Raya Iduladha.
Hotel-hotel memanfaatkan fasilitas ballroom mereka untuk pelaksanaan salat Iduladha bagi tamu maupun masyarakat sekitar.
Menurut Zul, kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin yang terus dipertahankan setiap tahun.
“Ini sudah menjadi kalender tahunan kami. Tujuannya memberikan kemudahan bagi warga di area sekitar hotel agar akses mereka lebih dekat untuk melaksanakan ibadah,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, IHGMA Sulsel mendorong Pemerintah Kota Makassar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar lebih agresif menghadirkan kegiatan berskala nasional di Makassar guna mendongkrak sektor perhotelan.
Zul mencontohkan penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) pada akhir Mei 2026.
Menurutnya, ajang olahraga lari tersebut memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Makassar, khususnya di kawasan Pantai Losari.
Sejumlah hotel di kawasan tersebut bahkan hampir mencapai tingkat hunian penuh (fully booked) menjelang pelaksanaan MHM karena tingginya jumlah peserta dari luar daerah.
“Tidak ada jalan lain, pemerintah harus mendatangkan event-event nasional. Kalau hanya mengandalkan pergerakan biasa tanpa adanya event, bisnis hotel di Makassar akan sulit kembali normal,” kata Zul.
Event Nasional Dinantikan
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Anggiat Sinaga, mengapresiasi event nasional Makassar Half Marathon di Makassar.
Ia menilai dinilai, event lari ini memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan, restoran dan pergerakan ekonomi masyarakat di Kota Makassar.
Makassar Half Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung di Makassar pada 30 sampai 31 Mei 2026.
Menurut Anggiat, salah satu pendorong tingkat hunian hotel, kunjungan restoran, hingga aktivitas UMKM di suatu daerah dari banyaknya event berskala nasional maupun internasional.
Makassar Half Marathon yang kini telah menjadi agenda sport tourism tahunan merupakan event yang sangat ditunggu oleh industri perhotelan dan restoran di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.
“Event ini terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan okupansi hotel dan kunjungan ke berbagai destinasi kuliner,” kata Anggiat, beberapa waktu lalu.
CEO Phinisi Hospitality Indonesia itu menambahkan, berdasarkan pantauan PHRI Sulsel, hampir seluruh hotel di kawasan pantai dan pusat kota mengalami tingkat hunian yang sangat tinggi bahkan penuh selama periode pelaksanaan MHM.
Tingginya okupansi tersebut didorong oleh banyaknya peserta yang datang dari luar Kota Makassar, luar daerah, hingga mancanegara.
“Tidak hanya hotel berbintang yang merasakan manfaatnya, hotel non-bintang juga ikut mendapatkan dampak positif dari event ini. Artinya, efek ekonomi yang ditimbulkan benar-benar dirasakan secara luas oleh pelaku industri pariwisata dan masyarakat,” kata Anggiat.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap event ini juga dinilai berdampak pada meningkatnya kebutuhan akomodasi, termasuk dari peserta lokal.
Menurut Anggiat, dengan euforia yang begitu tinggi dan pelaksanaan race yang dimulai sejak subuh, tidak sedikit pula peserta yang berasal dari Makassar memilih menginap di hotel-hotel yang berada di sekitar area start maupun finish.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif event tersebut terhadap industri perhotelan di Makassar.
Pihaknya memprediksi Makassar Half Marathon mampu memberikan peningkatan okupansi hotel sebesar 10 sampai 15 persen.
“Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi industri perhotelan di Makassar,” kata Anggiat.(*)
| UNM Loloskan 14 Tim PKM 2026, Masuk Deretan Kampus Terbaik Nasional |
|
|---|
| Usai Empat Hari Disandera Tentara Israel, Andi Angga Prasadewa dan 8 WNI Tiba di Tanah Air |
|
|---|
| 10 Dosen Unhas Latih Warga Bangkala Olah Eceng Gondok Jadi Kompos |
|
|---|
| BSU Bertambah, Sampah Masuk di Bank Sampah Makassar Tembus 52 Ton |
|
|---|
| Kurangi Ketergantungan Anak Terhadap HP, Siswa SIT Takwa Cendekia Makassar Camping di Malino |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260524-Zulkifli-Nur-dan-Anggiat-Sinaga.jpg)