Kisah Ungatawwa Handmade Berdayakan Perempuan Lansia hingga Tembus Pasar Mancanegara
Dari tangan-tangan terampil perempuan Makassar ini, lahir berbagai produk bernilai seni tinggi seperti Boneka, aksesoris, gelang dll
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di balik sehelai benang rajut, sering kali tersimpan kenangan dan doa yang tak pernah putus.
Hal inilah yang menjadi napas bagi Tenripakkua Bungawalia, atau yang akrab disapa Unga, dalam membangun dan membesarkan bisnis kriyanya, Ungatawwa Handmade.
Berawal dari sebuah hobi merajut dan menyulam yang diwariskan oleh sang nenek, usaha yang mulai dirintis sejak 2013 ini kini telah menjelma menjadi rumah pemberdayaan bagi banyak perempuan tangguh di Kota Makassar.
Simpul Cinta untuk Sang Ibu
Bagi ibu tiga anak ini, nama "Ungatawwa" bukan sekadar julukan masa lalu di media sosial maupun blog pribadinya.
Di balik nama tersebut, tersimpan penghormatan yang sangat mendalam untuk mendiang ibunya.
Sang ibu meninggal dunia akibat kanker sebelum sempat menyelesaikan karya rajutan terakhirnya.
"Produk Ungatawwa adalah manifestasi cinta saya untuk ibu saya," ungkap Unga dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar menahan rindu, Minggu (24/5).
Ia masih mengingat jelas bagaimana ibunya, di tengah kondisi tubuh yang kian melemah, tetap mencoba merajut dengan tangan gemetar.
Seolah ada jejak kasih sayang yang ingin ditinggalkan di setiap helai benang tersebut.
Karena itulah, bagi Unga, merajut bukan sekadar aktivitas fisik mencari materi.
"Setiap tusukan benang adalah doa, harapan, dan rasa syukur saya untuk semua ibu di dunia," lirihnya.
Memberdayakan 'Jelita' di Usia Senja
Kecintaan Unga pada sosok ibu dan perempuan juga ia tuangkan dalam sistem kerja Ungatawwa Handmade.
Bukannya merekrut pekerja pabrikan, ia memilih memberdayakan perempuan di sekitarnya, khususnya mereka yang tergabung dalam komunitas "Jelita" atau Jelang 50 Tahun.
| Pengamat Ekonomi Unhas: Pembatasan PPh Final UMKM Berpotensi Tambah Beban Pelaku Usaha |
|
|---|
| Kanwil DJP Sulselbartra Tunggu Arahan Pusat Terkait PPh Final UMKM |
|
|---|
| Inkindo Sulsel Soroti Dampak Pembatasan Penerima Fasilitas PPh Final UMKM |
|
|---|
| Kredit UMKM di Sulsel Melambat, Cuma Tumbuh 0,33 Persen per Maret 2026 |
|
|---|
| Asmo Sulsel Perkuat UMKM dan Kelompok Binaan Lewat Seminar Pengembangan Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260524_Ungatawwa_.jpg)