Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jangan Salah Pilih! Ini Ciri Sapi dan Kambing Kurban Sehat Menurut Disnakkeswan Sulsel

Tidak ada kotoran berlebihan, warna kemerahan, atau cairan yang keluar dari sudut mata. 

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SAPI SULSEL - Ilustrasi. Potret  sapi kurban di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis (21/5/2026). Disnakkeswan Sulsel mengingatkan pembeli mengecek mata, kulit dan pergerakan hewan ternak sebelum membeli hewan kurban. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Idul Adha semakin dekat, permintaan hewan kurban diprediksi terus meningkat.

Pemerintah menetapkan lebaran Idul Adha pada Rabu (27/5/2026) pekan depan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sulawesi Sekatan (Sulsel) Taufiq mengingatkan masyarakat cermat melihat kondisi hewan ternak.

"Secara teknisnya itu sebetulnya harus dilihat dia lincah, tidak ada cacat, matanya dua-duanya tidak buta," kata Taufiq kepada Tribun-Timur.com pada Jumat (22/5/2026).

Mata hewan kurban yang sehat umumnya tampak cerah, jernih, dan bersih. 

Tatapannya terlihat segar serta responsif terhadap lingkungan sekitar. 

Tidak ada kotoran berlebihan, warna kemerahan, atau cairan yang keluar dari sudut mata. 

Mata yang sayu dan berair sering menjadi tanda bahwa kondisi hewan sedang menurun atau mengalami gangguan kesehatan.

Bulu yang mengkilap menjadi salah satu tanda ternak berada dalam kondisi prima. Permukaan bulu terlihat rapi, halus, dan tidak kusam. 

Pada sapi maupun kambing, bulu yang sehat menandakan kebutuhan nutrisi hewan terpenuhi dengan baik. 

Sebaliknya bulu yang berdiri, mudah rontok, atau tampak kering dapat menunjukkan hewan mengalami stres, kekurangan pakan, atau terserang penyakit tertentu.

Tubuh hewan kurban yang baik terlihat berisi dan proporsional, namun tetap aktif bergerak. 

Tulang tidak terlalu menonjol dan otot tampak padat. 

Selain itu, hewan tidak memiliki cacat fisik seperti pincang, tanduk patah, telinga rusak parah, atau bagian tubuh yang terluka. Kondisi fisik yang utuh penting karena menjadi salah satu syarat sah hewan kurban menurut syariat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Sriyanti Haruni.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved