Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perbaikan Jl Aroepala Makassar Dikebut, Target Rampung Pertengahan Juni 2026

Jl Aroepala terdiri atas dua jalur, menghubungkan Jl Letjen Hertasning Makassar menuju Jl Tun Abdul Razak Kabupaten Gowa dan sebaliknya.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Faqih Imtiyaaz
PERBAIKAN JALAN AROEPALA - Aktivitas pengerjaan betonisasi di ruas Jalan Aroepala, Makassar, Rabu (20/5/2026). Proyek perbaikan jalan ini dikebut dengan target rampung pertengahan Juni 2026. 

"Jadi aksesnya tidak ditutup, masih ada akses sempit di satu lajur, tapi itu diharapkan lajur untuk masyarakat yang tinggal di Aroepala," jelasnya.

Dua pekan terakhir, perlambatan lalu lintas dan macet mengusik pengguna ruas jalan pemukiman padat di timur kota.

TItik kemacatetan terparah mulai di ruas jalan depan akses tugu Badik perbatasan Gowa, akses Perumnas Minasa Upa Blok AB, perumahan Anging Mammiri, RS Primaya, hingga Jembatan 2 Jl Aroepala - Jl Hertasning.

Kemacetan terjadi menyusul betonisasi ruas sisi timur Jl Aroepala dan pengerjaan saluran air san konstruksi U-Ditch di sisi selatan arah barat kota.

Rampung Juni 2026

Sementara itu, pihak kontraktor memprediksi durasi pengerjaan paket betonisasi di dua sisi jalan, rampung pertengahan Juni 2026 mendatang.

"Normalnya, pengeringan beton itu 28 hari, namun kami juga sudah pakai teknologi geotextile untuk percepat pemadatan dan pengeringan," ujar Direktur PT Tri Star Mandiri Ferry ST pada Rabu (20/6/2026)

Geotekstil adalah material lembaran sintetis  fleksibel dan berpori. Material ini terbuat dari poliester atau polipropilena. 

Kain filter ini banyak digunakan dalam teknik sipil dan lanskap untuk memperkuat, menyaring, memisahkan, dan mengalirkan air pada lapisan tanah, dan mempercepat pengeringan konstruksi beton.

Paket Proyek MYP Jl Hertasning - Aroepala- Tun Abdul Razak dan Jl Yasin Limpo, dibagi dalam tiga segmen. 

Segmen Hertasning - Aroepala menggunakan konstruksi lapisan aspal, mulai dikerjakan Desember 2025 lalu dan kini telah selesai.

Sedangkan segmen Aroepala - Tun Abdul Razak sepanjang 1,8 km dipilih meterial beton semen. 

"Untuk segmen Tun Abdul Razak hingga Samata kembali pada pakai aspal," ujar Ferry. 

Pemilihan material ini seusuai arahan pemilik proyek, Dinas PU Bina Marga provinsi. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved