Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Koran Tribun Timur Hari Ini

PBNU Bahas Muktamar 2026 di Makassar

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf hadir mengenakan baju koko putih dipadukan celana hitam dan kopiah hitam.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun-Timur/as kambie/AS Kambie
ULAMA NU - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersama pendiri Bosowa HM Aksa Mahmud, CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa, dan pimpinan Bosowa di Rumah Makan Laelae, Jalan Datu Museng, Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Rabu malam, 20 Mei 2026. Hadir bersama Gus Yahya di Makassar: Rois Syuriah PBNU KH Muhibbul Aman Ali, Katib Syuriah PBNU KH Athoillah Sholahuddin Anwar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Muhyiddin Ishaq. Selain itu ada Wakil Rois Syuriah PWNU Sulsel Prof KH Andi Idrus, dan Ketua PWNU Sulsel AGH Prof Dr Hamzah Harun Al Rasyid. 

Kedua, PBNU mendorong penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat warga.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas sistem digital organisasi sampai ke tingkat kecamatan dan desa.

Menurut Gus Yahya, platform digital yang selama ini baru digunakan sampai tingkat cabang atau kabupaten/kota akan diperluas hingga Majelis Wakil Cabang NU dan ranting.

“Kita ingin nanti warga NU bisa masuk dalam sistem pengelolaan NU secara digital,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, PBNU juga memperkenalkan platform Digital Layanan dan Data atau Digdaya NU.

Platform itu menjadi bagian dari transformasi digital organisasi NU.

Digdaya NU dirancang untuk menghubungkan data dan layanan jamaah NU dalam satu sistem terpadu.

Layanan tersebut mencakup administrasi organisasi, kepengurusan, pendidikan kader, pesantren, madrasah, sekolah hingga sektor kesehatan.

Gus Yahya mengatakan, sistem administrasi Digdaya NU saat ini sudah berjalan hingga tingkat cabang atau kabupaten/kota.

Ia menyebut, banyak pengurus cabang mengakui sistem tersebut mampu meningkatkan efektivitas dan modernisasi tata kelola organisasi.

“Pengelolaan organisasi menjadi sangat meningkat kinerjanya, berlipat kali, dan mereka sudah tidak sabar menunggu supaya ini bisa segera diperluas sampai ke tingkat lebih bawah,” katanya.

Sementara itu, kehadiran Aksa Mahmud dalam forum tersebut juga mendapat perhatian peserta kegiatan.

Gus Yahya menyebut, Aksa hadir sebagai warga NU sekaligus tokoh Sulsel yang mendukung PWNU Sulsel sebagai tuan rumah kegiatan.

“Beliau merasa sebagai warga NU dan mendukung PWNU Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujarnya.

Saat ditanya soal kemungkinan kerja sama antara NU dan Bosowa Corporindo, Gus Yahya mengatakan belum ada pembahasan khusus.

Namun, NU tetap terbuka terhadap berbagai upaya yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

“Semua yang bisa dilakukan untuk kemaslahatan warga dan masyarakat tentu akan kita ikhtiarkan,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved