Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
PBNU Bahas Muktamar 2026 di Makassar
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf hadir mengenakan baju koko putih dipadukan celana hitam dan kopiah hitam.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Sekira 60 perwakilan PWNU dan PCNU se-Indonesia Timur hadir dalam forum tersebut.
Mayoritas peserta mengenakan baju koko putih dipadukan sarung maupun celana panjang hitam.
Gus Yahya mengatakan, forum ini merupakan keinginan para ulama dan sesepuh NU agar pimpinan NU dari berbagai tingkatan dapat berdialog secara langsung.
Menurutnya, agenda serupa sebelumnya telah digelar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Kini, kegiatan dilanjutkan di Kota Makassar.
Ia menyebut, dialog tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan mental seluruh pengurus dan kader menjelang Muktamar NU ke-35.
Rencananya, Muktamar NU digelar pada 1-5 Agustus 2026.
Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan lima tahun sekali.
Salah satu agenda utamanya yakni pemilihan ketua umum dan penyusunan kepengurusan baru PBNU.
Gus Yahya berharap Muktamar NU berjalan sesuai nilai-nilai keulamaan.
Ia menilai, dalam beberapa waktu terakhir Muktamar NU cenderung berubah menjadi arena politik dan silang pendapat semata.
“Saya ingin betul-betul menjadi muktamar ulama yang mu'tabar, legitimate, dan berlangsung sesuai nilai-nilai keulamaan,” kata Gus Yahya usai kegiatan.
Dalam pertemuan berlangsung selama 187 menit itu, Gus Yahya menekankan dua hal kepada seluruh pengurus PWNU dan PCNU yang hadir.
Pertama, ia mengingatkan pentingnya kembali pada nilai dasar keberadaan NU, yakni nilai-nilai keulamaan dalam melihat dan menyikapi berbagai persoalan organisasi maupun sosial.
“Mari segala sesuatu kita pahami dan kita cerna dengan sudut pandang keulamaan,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ULAMA-NU-21052026.jpg)