4 Gelombang Ekuator Picu Hujan di Makassar dan Sekitarnya
Fenomena ini terjadi di tengah periode musim kemarau, yang umumnya identik dengan kondisi cuaca cerah dan minim hujan
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Fenomena ini terjadi di tengah periode musim kemarau, yang umumnya identik dengan kondisi cuaca cerah dan minim hujan
- Namun demikian, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya dinamika yang cukup aktif sehingga memicu terbentuknya awan hujan
- Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih berpotensi berlangsung hingga beberapa waktu ke depan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar dan sekitarnya diguyur hujan beberapa hari belakang.
Bahkan, sejak Minggu (17/5/2025) hingga Senin siang ini, hujan masih terpantau di sejumlah wilayah.
Fenomena ini terjadi di tengah periode musim kemarau, yang umumnya identik dengan kondisi cuaca cerah dan minim hujan.
Namun demikian, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya dinamika yang cukup aktif sehingga memicu terbentuknya awan hujan.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih berpotensi berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.
“Hujan seperti saat ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga sore hari nanti di Kota Makassar dan sekitarnya,” ujar Retno, Senin (18/5/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat,” lanjutnya.
Retno mengungkapkan, fenomena ini tidak terjadi tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer.
Saat ini terdapat empat gelombang ekuator yang aktif secara bersamaan dan memicu pembentukan awan hujan.
“Kondisi ini dipengaruhi aktifnya empat gelombang ekuator, yaitu depresi tropis, MJO, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin,” jelasnya.
Depresi tropis merupakan sistem tekanan udara rendah di wilayah tropis yang memicu pergerakan udara naik dan pembentukan awan hujan.
Madden-Julian Oscillation adalah gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur di sekitar ekuator, membawa area udara lembap.
Saat aktif di Indonesia, MJO meningkatkan pertumbuhan awan sehingga peluang hujan menjadi lebih besar.
| Mengenal Sosok Prof Nur Syamsiah, Guru Besar UIN Alauddin Soroti Kesetaraan Gender |
|
|---|
| Tujuh Lembaga Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea |
|
|---|
| Buntut Ulah Suporter, PSM Makassar Terancam Denda Rp340 Juta hingga Larangan Bermain di BJ Habibie |
|
|---|
| Bapenda Sebagai Kunci Kapabilitas Kota Makassar |
|
|---|
| Legislator Sulsel Terseret Tambang Emas Ilegal di Sulbar, Polisi Sita Ekskavator dan Solar Subsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260518-pengendara-di-Makassar.jpg)