Pemkot Makassar Evaluasi Sistem SPMB Selama Simulasi
Andi Gita Namira Patigana mengatakan, antusiasme masyarakat mencoba platform pendaftaran sangat tinggi
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tahapan penerimaan murid baru di Kota Makassar mulai berjalan.
Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar sedang melakukan simulasi pendaftaran.
Tahapan tersebut mulai berjalan sejak Selasa (12/5/2026).
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana mengatakan, antusiasme masyarakat mencoba platform pendaftaran sangat tinggi.
Karenanya, simulasi diperpanjang hingga 21 Mei 2026.
Tahun ini, sistem penerimaan murid baru di Makassar terintegrasi dengan Lontara+, aplikasi aduan dan layanan publik milik Pemkot Makassar.
“Jadi di SPBM ini sekarang kita melakukan simulasi, sebenarnya itu simulasinya dilakukan cuma dua hari, kemarin dan hari ini. Tapi ternyata di tanggal kemarin itu kita lihat ternyata orang sangat antusias begitu dan banyak sekali yang bertanya,” ujar Andi Gita, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, dari proses simulasi tersebut ditemukan sejumlah alur pendaftaran yang masih membingungkan masyarakat.
“Sehingga kita menyadari kalau memang ada beberapa flow yang perlu diperbaiki. Sehingga kita memperpanjang durasi simulasinya,” katanya.
Selama simulasi berlangsung, tim teknis melakukan evaluasi langsung terhadap alur pendaftaran yang dinilai masih membingungkan bagi sebagian pengguna.
Berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan pembenahan agar sistem lebih mudah digunakan saat pendaftaran resmi dibuka.
“Jadi ketika simulasi berlangsung kita juga memperbaiki sistem yang memang yang mungkin membingungkan untuk masyarakat begitu,” katanya.
Baginya, langkah tersebut penting karena SPMB sistem baru yang masih membutuhkan penyesuaian di tingkat pengguna.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan masa simulasi hingga 21 Mei untuk mencoba sistem sekaligus memberikan saran dan kritik terhadap layanan yang tersedia.
Kendala utama yang ditemukan selama simulasi berada pada alur login dan pendaftaran akun, khususnya terkait penggunaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Dalam sistem tersebut, pengguna yang sudah memiliki NISN dapat langsung mengecek data dan memperoleh username serta password untuk login.
Sementara calon peserta didik yang belum memiliki NISN diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui formulir pendaftaran.
“Kalau misalkan memang sudah terdaftar NISN-nya nanti mereka akan dapat username dan password langsung dan bisa langsung login. Tapi kalau misalkan belum ada NISNnya itu harus mendaftar terlebih dahulu,” jelasnya.
Untuk mempermudah masyarakat, tim mulai melakukan penyederhanaan alur sistem agar lebih ramah pengguna atau human centric.
Selain itu, timnya juga berencana membuka grup WhatsApp maupun Telegram sebagai wadah penyampaian keluhan dan masukan masyarakat secara langsung.
“Nanti insyaallah kayaknya hari ini kita akan bikinkan grup WhatsApp atau Telegram di mana kalau misalkan masyarakat mau memberikan feedback itu bisa langsung di sana,” ujarnya.
SPMB tahun ini mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP.
Dalam sistem tersebut juga tersedia fitur penentuan titik lokasi rumah untuk kebutuhan jalur zonasi.
Sementara untuk mengantisipasi gangguan akses saat pendaftaran resmi dibuka, pihaknya telah memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan.
Langkah itu dilakukan agar lonjakan pengguna tidak menyebabkan server mengalami gangguan atau down.
“Kalau misalkan pun ada banyak orang yang langsung tiba-tiba masuk ke sistem untuk mendaftar itu kita bisa meminimalisir resiko down servernya,” katanya.
Selain pemisahan server, Pemkot juga telah melakukan pengujian sistem atau penetration test sebanyak tiga kali sebelum SPMB diluncurkan.
Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan platform mampu menampung jumlah pengguna dalam kapasitas besar saat proses penerimaan murid baru dimulai.
Ia optimistis sistem dapat berjalan lebih stabil setelah berbagai penyempurnaan dilakukan selama masa simulasi berlangsung.
Berikut jadwal tahapan SPMB:
* 12–21 Mei: Simulasi Pendaftaran SPMB (TK, SD, dan SMP)
* 2–4 Juni: Pendaftaran Jalur Non Domisili (TK, SD, dan SMP)
* 5 Juni: Pengumuman Jalur Non Domisili (TK, SD, dan SMP)
* 6–8 Juni: Pendaftaran Ulang, Verifikasi, dan Validasi Jalur Non Domisili
* 9–13 Juni: Pendaftaran Jalur Domisili (TK, SD, dan SMP)
* 14 Juni: Pengumuman Jalur Domisili (TK, SD, dan SMP)
* 15–17 Juni: Pendaftaran Ulang, Verifikasi, dan Validasi Jalur Domisili. (*)
| Dilantik di Makassar, DPP ICATT Siapkan Gerakan Moderasi Islam dan Pencegahan Radikalisme |
|
|---|
| Jelang Puncak Haji, Jamaah Embarkasi Makassar Zona 5 Jalan Santai ke Jamarat |
|
|---|
| Layanan Pengurusan Paspor Haji Lebih Mudah, Imigrasi Jemput Bola ke Daerah |
|
|---|
| Spesifikasi Lengkap Honda BeAT 2026, Bisa Dibawa Pulang dengan DP Rp700 Ribu |
|
|---|
| Heboh! Pria Ngaku Polisi Asal Sulbar Adu Mulut dengan Mantan Pacar di BTP, 'Saya Resmob' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260514-Andi-Gita-Namira-Patigana-34.jpg)