Ringkasan Berita:
- Sejumlah wilayah Makassar berpotensi terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino
- Ada dua kategori masyarakat terdampak kekeringan, pertama, warga pelanggan PDAM yang distribusi airnya terganggu akibat kerusakan atau perbaikan jaringan pipa
- Kedua, masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM karena jaringan pipa belum menjangkau wilayah mereka
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memantau wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang memicu krisis air bersih di sejumlah kawasan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Manggala, Ujung Tanah, Biringkanaya, dan Tallo.
Menurutnya, asesmen dilakukan sekaligus untuk memetakan wilayah terdampak dan melakukan intervensi langsung bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
“Dalam asesmen itu kami juga langsung melakukan intervensi di lokasi yang memang sudah mendesak,” kata Fadli Tahar saat diwawancarai Tribun-Timur.Com, Rabu (13/5/2026).
Fadli menjelaskan, ada dua kategori masyarakat terdampak kekeringan.
Pertama, warga pelanggan PDAM yang distribusi airnya terganggu akibat kerusakan atau perbaikan jaringan pipa.
Kedua, masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM karena jaringan pipa belum menjangkau wilayah mereka.
Ia menyebut krisis air bersih di Makassar bukan disebabkan ketersediaan air baku yang menurun.
Sebab, pasokan air dari Lekopancing dan Bendungan Bili-Bili masih tersedia.
“Jadi sebenarnya kita tidak kekurangan air. Persoalannya air itu tidak sampai ke masyarakat karena jaringan distribusinya belum menjangkau semua wilayah,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, BPBD bersama PDAM Makassar menyalurkan tandon air dan menyiapkan armada pengangkut air bersih untuk menjangkau daerah yang belum terlayani atau rusak jaringan perpipaannya.
“Karena sekarang banyak sumur warga yang mulai kering sehingga mereka kesulitan mendapatkan air,” jelasnya.
Ia mengatakan tim bidang kedaruratan dan logistik BPBD saat ini terus turun ke lapangan untuk memperbarui data dan memetakan titik-titik terdampak kekeringan.
Jika ditemukan kondisi mendesak, petugas langsung menyalurkan bantuan air bersih dan tandon di lokasi tersebut.
Beberapa wilayah yang telah mendapat intervensi di antaranya Kelurahan Buloa dan sejumlah titik di Kecamatan Biringkanaya.
BPBD Makassar juga mulai menyiapkan langkah antisipasi jika dampak kemarau semakin meluas seperti yang terjadi pada 2023 lalu.
Saat itu, BPBD menyiapkan sekitar 1.000 tandon air dan mengerahkan dua armada pengangkut di setiap kecamatan.
“Kalau tahun 2023 lalu, setiap kelurahan kami siapkan dua truk pengangkut air. Jadi total sekitar 30 truk untuk 15 kecamatan,” ujarnya.
Meski demikian, Fadli menyebut kondisi saat ini belum separah musim kemarau 2023 karena hujan masih sesekali turun di sejumlah wilayah dan cukup membantu mengurangi dampak kekeringan.
"Alhamdulillah hujan masih turun dalam beberapa waktu, kita semua berharap bisa melewati fase kemarau ini dengan baik," ucapnya.