Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik

Kontraktor di Sulsel Kelimpungan Harga Aspal Meroket

GM Marketing & Operasional Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan kenaikan harga aspal terjadi sejak 2025. Ketersediaan barang juga semakin sulit.

Tayang:
Kalla Aspal
KALLA ASPAL - Sejumlah pengerjaan ruas jalan yang dikerjakan oleh Kalla Aspal beberapa waktu lalu. GM Marketing & Operasional Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan kenaikan harga aspal terjadi sejak 2025. Pihaknya bahkan kesulitan memenuhi permintaan kontraktor yang terus berjalan. 

“Pabrik aspal Singapura dan Thailand itu stop produksi,” jelasnya.

Alternatif impor dari negara lain seperti China sempat dipertimbangkan.

Namun opsi tersebut terkendala biaya distribusi yang tinggi.

Situasi ini membuat harga aspal terus bergerak naik tanpa kepastian.

Di sisi lain, kontraktor mulai merasakan dampaknya secara langsung.

Kenaikan harga dan kelangkaan pasokan memicu tekanan serius bagi pelaksanaan proyek.

Salah satu yang terdampak adalah perusahaan jasa konstruksi di Sulsel, PT Passokorang.

Direktur Teknik PT Passokorang, Hamsijar Ilham, menjelaskan kondisi ini dipicu oleh kenaikan harga BBM serta ketidakpastian global.

Aspal sebagai turunan minyak bumi, sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi.

“Jangankan aspal yang memang dari minyak bumi, barang-barang lain saja sudah bergejolak semua,” ujar Hamsijar, Rabu (6/5/2026).

Ia memaparkan, sebelum lonjakan terjadi, harga aspal masih berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Namun kini, harganya melonjak tajam.

Di pasaran, aspal sudah menyentuh Rp24.000 hingga Rp33.000 per kilogram.

“Kalau di Sulsel kita lebih 50 persen, malah sampai 53 persen,” ujarnya.

Kenaikan tersebut tidak berlangsung stabil.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved