Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
Polisi Diminta Fokus Urus Geng Motor
Dalam sepekan terakhir, kasus geng motor dan begal marak lagi di Makassar. Aksi jalanan meresahkan. Teror busur bermunculan.
Jangan sampai pelaku justru lahir dari sekitar kita sendiri.
“Semua pihak harus terlibat. Karena keamanan bukan kerja satu institusi saja. Tetapi kerja bersama,” ujarnya.
Intinya sederhana, lanjut Syarif, kejahatan geng motor dan begal harus ditekan.
Rasa aman harus dikembalikan.
Dan polisi, tetap harus berada di garis depan untuk itu.
Aksi Kejahatan Jalanan
Kriminolog UNM, Prof Heri Tahir, meminta kepolisian serius menangani aksi kejahatan jalanan dengan mengintensifkan patroli.
Patroli harus menjadi kegiatan rutin, terutama di titik-titik rawan yang sudah dipetakan.
"Patroli itu mesti jadi rutinitas. Polrestabes ini kan sudah tahu titik rawan," katanya.
Ia menegaskan, patroli tidak hanya untuk mengantisipasi geng motor, tetapi juga berbagai bentuk kejahatan lainnya.
Sebagai ibu kota provinsi dengan wilayah penyangga seperti Gowa dan Maros, Makassar dinilai membutuhkan penanganan terpadu antarpolres.
Penanganan tersebut tidak cukup hanya saat pelaku tertangkap tangan, tetapi juga harus menyasar akar masalah.
"Bukan tidak mungkin pelaku berasal dari luar Makassar, seperti Gowa dan sekitarnya. Ini harus ditangani secara terpadu," jelasnya.
Selain itu, Prof Heri menekankan pentingnya komunikasi intens antara kepolisian dan pemerintah kota.
Koordinasi ini diperlukan untuk memberdayakan RT/RW di masing-masing wilayah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/GENG-MOTOR-Tangkapan-layar-unggahan-aksi-geng-motor-di.jpg)