Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aktivis LAPAR: Pentingnya Keterbukaan Program PSEL di Makassar

“Dengan informasi yang terbuka, masyarakat bisa mengetahui capaian dan strategi yang disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PENGELOLAAN SAMPAH - Ahmad, aktivis LAPAR Sulsel. Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat memaparkan secara komprehensif konsep program Pemrosesan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) kepada masyarakat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Transparansi dalam pengelolaan sampah dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat memaparkan secara komprehensif konsep program Pemrosesan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ahmad, aktivis LAPAR Sulsel.

Menurutnya, keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting agar masyarakat memahami arah kebijakan, mulai dari target jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Dengan informasi yang terbuka, masyarakat bisa mengetahui capaian dan strategi disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat merupakan pihak yang paling merasakan dampak langsung dari kebijakan pengelolaan sampah.

Baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun aspek ekonomi.

Karena itu, keterbukaan informasi publik menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat memahami sekaligus mengawal jalannya kebijakan tersebut.

Selain transparansi, pendekatan partisipatif juga dinilai perlu dikedepankan.

Menurut Ahmad, kebijakan yang baik lahir dari proses yang melibatkan masyarakat.

Warga tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga perlu diberi ruang sebagai subjek yang didengar aspirasinya.

“Melalui pelibatan masyarakat, kebijakan yang dihasilkan akan lebih mencerminkan kebutuhan dan rasa keadilan,” jelasnya.

Ia juga menilai, persoalan sampah bukanlah isu sederhana.

Masalah ini menyangkut sistem pengelolaan, tata kelola, hingga keberlanjutan jangka panjang.

Karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan terukur agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Harapannya, konsep PSEL ini dapat disusun secara komprehensif dan disampaikan secara terbuka, sehingga masyarakat memahami arah kebijakan yang diambil,” tuturnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan keseriusan dan kolaborasi semua pihak.

Sebab, dampaknya dirasakan oleh seluruh warga kota. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved