Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Di Depan Anggota DPR, Balai Karantina Minta Dukungan Anggaran Lebih Besar

Sahat Manaor Panggabean menyampaikan, Karantina Indonesia menargetkan modernisasi seluruh laboratorium karantina di Indonesia

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
MODERNISASI KARANTINA - Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Balai Besar Karantina Hewan dan Tumbuhan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026). Balai Karantina Sulawesi Selatan diminta untuk melakukan pembenahan dan peremajaan fasilitas. 

“Saya harapkan tahun 2027 semua laboratorium karantina se-Indonesia itu sudah melakukan modernisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas laboratorium akan berdampak langsung pada kecepatan dan transparansi layanan karantina. 

Hal ini juga didukung dengan sistem layanan yang sudah terdigitalisasi.

“Level laboratorium kita itu akan sama dengan negara-negara maju lainnya, negara-negara mitra kita,” lanjutnya.

Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. 

Menurutnya, modernisasi tidak akan optimal tanpa SDM yang kompeten.

“Jangan juga alatnya canggih, SDM-nya tidak dilatih,” tegasnya.

Program modernisasi ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp4 hingga Rp5 triliun. 

Dana tersebut akan digunakan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Sekitar 4 sampai 5 triliun itu bisa meng-cover seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Ia memastikan, pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem layanan, laboratorium, hingga peningkatan kapasitas SDM.

“Seluruh Indonesia dari Papua sampai ke Sabang sana, kita rapikan semua,” katanya.

Dengan modernisasi ini, Badan Karantina optimistis dapat meningkatkan kecepatan layanan, termasuk pemeriksaan komoditas berisiko rendah yang saat ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Yang low risk itu sekitar 6 atau 7 jam, sepanjang dokumennya lengkap,” ujarnya.

Kepala Karantina Perwakilan Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menyampaikan, Karantina Sulsel telah mengadopsi sejumlah standar internasional, termasuk ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved