Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Di Event Makkunrai, Wawali Makassar Paparkan Program Strategis Lindungi Anak dari Ancaman Digital

Aliyah menyebut, regulasi yang tertuang dalam Permen Komunikasi dan Digital RI Nomor 9 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Siti Aminah
EVENT MAKKUNRAI - Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, saat menjadi narasumber dalam Event Makkunrai yang digelar Tribun Timur di Pinisi Point Mal, Jl Metro Tanjung Bunga, Kamis (23/4/2026). Aliyah menilai pentingnya kesiapan keluarga, khususnya ibu, dalam menyikapi implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026 tentang TUNAS (Tumbuh Anak Siap). 

“Kondisi ini membuat orang tua sering kali tidak siap dalam melakukan pengawasan digital,” katanya.

Ia juga menyoroti fenomena gadget yang kini menjadi pengasuh kedua dalam keluarga.

Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi mengurangi kualitas interaksi antar anggota keluarga.

“Kadang kita duduk bersama, tapi masing-masing sibuk dengan gadget, ini yang harus kita benahi,” ungkapnya.

Sebagai solusi, Pemkot Makassar telah merumuskan sejumlah program strategis.

Salah satunya adalah pencanangan program Siap Anak Digital.

Program ini bertujuan meningkatkan kesiapan anak dan orang tua dalam menghadapi ekosistem digital.

Selain itu, Pemkot juga mengembangkan sistem informasi perlindungan anak di ruang digital.

Program ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Inovasi lokal ini kita arahkan untuk mendukung Makassar sebagai Kota Layak Anak berbasis digital,” jelasnya
.
Tak hanya itu, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah juga diperkuat.

Dinas Kominfo, Dinas Perloi Anak dan Perempuan  Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kesehatan dilibatkan dalam ekosistem perlindungan anak.

Aparat penegak hukum juga turut dilibatkan dalam pengawasan dan penindakan.

Pemkot Makassar juga menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Kampanye literasi digital menyasar sekolah, kelurahan, hingga komunitas orang tua.

Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak kaget dengan kebijakan pembatasan akses digital.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved