Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cerita Rahmat, Kios Campuran di Makassar Untung Besar Berkat Buku Agen

Rahmat, pelaku UMKM di Makassar, sukses meraup jutaan rupiah tiap bulan berkat layanan Buku Agen. Bagaimana kisahnya?

Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
UMKM MAKASSAR - Rahmat, pelaku UMKM di Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, meraup keuntungan jutaan rupiah per bulan berkat layanan Buku Agen, Kamis (23/4/2026). Pendapatan meningkat hingga Rp3-Rp5 juta per bulan. Layanan ini fleksibel, tanpa target bulanan, dan memberi cashback besar bagi mitra UMKM.   

Ringkasan Berita:
  • Rahmat, pelaku UMKM di Tamangapa, Makassar, sukses mengembangkan kios campuran dengan layanan Buku Agen. Sehari ia melayani 20-30 transaksi, mulai tarik tunai hingga pembayaran PDAM. 
  • Pendapatan meningkat hingga Rp3-Rp5 juta per bulan. Layanan ini fleksibel, tanpa target bulanan, dan memberi cashback besar bagi mitra UMKM.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus beradaptasi dengan layanan keuangan digital.

Salah satunya Rahmat, pelaku UMKM di Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Pria 39 tahun ini mengembangkan kios campurannya dengan menghadirkan layanan Buku Agen atau mini ATM.

“Sudah tujuh tahun saya buka kios campuran, tiga tahun terakhir tambah layanan buku agen. Cukup untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Awalnya layanan berbasis aplikasi, namun sejak 2023 sudah menggunakan mesin khusus yang mempermudah transaksi.

Dalam sehari, Rahmat melayani 20-30 transaksi warga sekitar.

Layanan beragam, mulai tarik tunai, pembelian pulsa, token listrik, pembayaran PDAM, hingga top up.

Untuk tarik tunai, maksimal Rp10 juta per kartu ATM dengan biaya administrasi bervariasi.

“Misalnya tarik Rp1 juta, biaya admin Rp5 ribu. Kalau Rp3 juta sekitar Rp10 ribu,” jelasnya.

Sejak menghadirkan layanan ini, pendapatan kios meningkat signifikan.

“Alhamdulillah, transaksi makin banyak, penghasilan naik. Rata-rata bersih per bulan Rp3-Rp5 juta,” katanya.

Rahmat berencana menambah kios jika ada modal tambahan.

Brand and Community Manager Buku Warung, Riyan Prayugo, menyebut layanan Buku Agen diluncurkan sejak 2021, melengkapi aplikasi Buku Warung yang hadir 2019.

“Kami tidak memberikan target bulanan kepada agen. Biaya admin relatif dan tetap menguntungkan,” ujarnya.

Jumlah agen Buku Warung di Makassar terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat.

“Selain fleksibel, agen juga mendapat cashback cukup besar. Ini jadi nilai tambah bagi pelaku UMKM,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved