Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perpustakaan Ramah Anak Abbulo Sibatang Hadir di SD Inpres Mallengkeri 1

Pasca peresmian, pihak sekolah akan melakukan orientasi kepada wali kelas agar dapat mengarahkan siswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
PERESMIAN PERPUSTAKAAN - SD Inpres Mallengkeri 1 meresmikan perpustakaan ramah anak bernama “Abbulo Sibatang”, Selasa (21/4/2026). Kepala UPT SPF SD Inpres Mallengkeri 1, Wiantik Aksari Basri menyampaikan, peresmian perpustakaan dalam rangka menghadirkan ruang baca yang nyaman dan menarik. (SD Inpres Mellengkeri I).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- SD Inpres Mallengkeri 1 meresmikan perpustakaan ramah anak bernama “Abbulo Sibatang”.

Peresmian dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Solemen dan Sekretaris Dinas Perpustakaan Syafruddin. 

Kepala UPT SPF SD Inpres Mallengkeri 1, Wiantik Aksari Basri menyampaikan, peresmian perpustakaan dalam rangka menghadirkan ruang baca yang nyaman dan menarik.

Perpustakaan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Perpustakaan itu memang tempat membaca dan mencari ilmu, tetapi bagaimana sekolah kami membuatnya menjadi tempat yang nyaman bagi anak,” ujar Wiantik. 

Berbagai pembenahan dilakukan untuk mewujudkan ruang baca yang aman dan nyaman. 

Mulai dari penataan ruang hingga penyediaan fasilitas pendukung agar siswa betah berada di dalam perpustakaan.

Ruang perpustakaan kini dilengkapi dengan pendingin ruangan, area baca, meja, serta tempat duduk yang ramah anak.

Selain itu, kondisi fisik bangunan juga diperbaiki, seperti plafon yang tidak bocor, ruangan yang bersih, dan pengecatan ulang agar lebih menarik.

Penataan buku juga dibuat lebih visual, dengan seluruh judul buku menghadap ke depan sehingga mudah dilihat oleh siswa.

“Kami ingin anak-anak itu minimal mau dulu masuk ke perpustakaan. Kalau sudah masuk, nanti mereka akan tertarik, menikmati, dan akhirnya terbiasa membaca,” lanjutnya.

Perpustakaan ini juga menerapkan sistem pelabelan buku berdasarkan jenjang kemampuan membaca, mulai dari kategori A, B1, B2 hingga C.

Menariknya, pelabelan tersebut tidak selalu disesuaikan dengan tingkat kelas, melainkan kemampuan membaca masing-masing siswa.

Selain ruang baca konvensional, sekolah juga menghadirkan ruang multimedia yang menampilkan buku dalam format digital.

Siswa dapat menikmati buku digital melalui layar yang disediakan dengan tampilan yang menarik sesuai usia mereka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved