Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

BBM Nonsubsidi Naik, SPBU Alauddin Makassar Minta Pengendara Laporkan Operator Nakal

Terpantau harga Pertamax Turbo kini dijual Rp19.850 per liter, naik signifikan dari sebelumnya Rp13.350 per liter.

|
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
BBM NON SUBSIDI NAIK — Pantauan di SPBU 74.902.09 Jalan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (19/4/2026). Harga baru BBM non subsidi telah diterapkan di SPBU tersebut. 

Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tetap antre untuk mengisi BBM, khususnya Pertalite dan Pertamax.

Meski demikian, aktivitas pengisian BBM tetap terpantau normal.

Namun, di balik kondisi yang relatif kondusif, kekhawatiran warga mulai muncul. 

Pengendara mewanti-wanti agar kenaikan BBM non subsidi tidak ikut berdampak pada BBM subsidi seperti Pertalite.

Salah satu pengendara, Adlan (28), mengaku cemas jika tren kenaikan ini berlanjut.

“Sekarang memang yang naik non subsidi, tapi biasanya efeknya bisa ke mana-mana. Takutnya nanti Pertalite juga ikut naik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aldi (25) yang berharap pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi.

“Kalau Pertalite naik, pasti berat sekali. Banyak masyarakat bergantung di situ, terutama pengendara motor,” katanya.

Di sisi lain, pengendalian distribusi BBM subsidi juga mulai diperketat. 

Di SPBU 74.902.29 Jalan Abdul Kadir, Makassar, pengelola membatasi pembelian Pertalite, khususnya bagi pengendara motor Suzuki Thunder.

Jika sebelumnya pengisian bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp175 ribu, kini dibatasi sekitar Rp70 ribu atau setara 7 liter per kendaraan. 

Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah pembelian berlebih yang diduga untuk dijual kembali.

Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya pengawasan di lapangan di tengah kenaikan harga BBM non subsidi.

Pemprov Sulsel sebelumnya memastikan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) telah diantisipasi oleh Pertamina, terutama di tengah penyesuaian harga BBM non subsidi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Jufri Rahman, menyebut langkah pengendalian tersebut mencakup seluruh proses.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved