Rapat Timpora 2026, Imigrasi Sulsel Temukan WNA Overstay hingga Dugaan Penyelundupan ke Australia
Gelar Rapat Timpora 2026, Imigrasi Sulsel temukan WNA overstay dan dalami dugaan penyelundupan ke Australia.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Kiki Content Writer
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Provinsi Sulsel menggelar rapat perdana tahun anggaran 2026.
Rapat itu mengangkat tema 'Pengaruh Geopolitik Terhadap Keberadaan dan Kegiatan Orang Asing di Wilayah Sulawesi Selatan'.
Turut hadir, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar, Rudy Prasetyo, Kabid Inteldak Imigrasi Maakassar, Erwin dan fotkopimda lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang, mengatakan rapat tersebut berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari stakeholder lintas kementerian dan lembaga.
“Direktorat Jenderal Imigrasi, dalam hal ini Kantor Wilayah, bersama dengan TIMPORA Provinsi Sulawesi Selatan, melaksanakan rapat TIMPORA yang pertama di tahun anggaran 2026," katanya kepada Tribun Timur usai kegiatan.
Ia mengaku, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai informasi penting yang dapat ditindaklanjuti serta menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah.
“Tentu harapan kami, ketika dilaksanakan TIMPORA ini, ada informasi-informasi yang diberikan oleh stakeholder kementerian dan lembaga untuk kita tindak lanjuti," ungkapnya.
"Kemudian ada hal-hal yang bisa menjadi rekomendasi, ya, kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan untuk kita memberikan masukan. Demikian,” tambah dia.
Friece menegaskan mengaku, pengawasan terhadap orang asing tidak hanya menjadi tanggung jawab Imigrasi semata, melainkan membutuhkan peran aktif berbagai pihak, termasuk masyarakat.
"Imigrasi sangat terbatas, ya, SDMnya. Tentu harapannya ini ada kolaborasi dan sinergisitas di antara kementerian dan lembaga, dan bantuan dari masyarakat untuk kita mendapatkan informasi-informasi terkait orang asing yang perlu kita laksanakan operasi pengawasan, ya,” ujarnya.
Adapun kata dia, hasil operasi pengawasan terbaru bertajuk Wira Waspada yang berhasil mengamankan sejumlah warga negara asing (WNA) bermasalah.
“Tadi juga disampaikan bahwa kami melaksanakan operasi Wira Waspada dan ada dua warga negara yang kita amankan, satu Pakistan karena overstay, kemudian satu orang warga negara Myanmar yang memegang UNHCR Malaysia yang masuk secara ilegal ke Indonesia,” ungkapnua.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan WNA asal Afghanistan.
“Dan juga ada tiga warga negara Afghanistan yang dari laporan masyarakat, yang kita langsung turun ke lapangan dan telusuri, ternyata mereka sudah overstay cukup lama," jelasnya.
"Dan itu ada kemungkinan mereka akan diarahkan oleh orang lain untuk mengarah ke Australia. Nah, ini sementara dalam pendalaman dari kantor Imigrasi,” tambahnya.
Lanjut dia, Imigrasi Sulsel akan terus memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor guna mencegah pelanggaran keimigrasian dan potensi kejahatan lintas negara di wilayah Sulsel.(*)
| Perketat Pengawasan WNA di Kawasan Industri, TIMPORA Sulsel Gelar Operasi Gabungan di Luwu Raya |
|
|---|
| Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulsel Tegaskan Layanan Optimal untuk Jemaah Haji Embarkasi Makassar |
|
|---|
| Perkuat Sinergi, Imigrasi Makassar Gelar Rapat Koordinasi TIMPORA di Kabupaten Gowa |
|
|---|
| TIMPORA Bergerak! Pengawasan WNA di Sulsel Ditingkatkan Secara Terpadu |
|
|---|
| Imigrasi Sulsel Tetapkan Lemoe dan Galung Maloang sebagai Desa Binaan, Fokus Cegah TPPO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rapat-timpora-sulsel.jpg)