KLB Campak
108.772 Anak di Makassar Jadi Target Imunisasi Campak
Hingga Senin (13/4/2026), tercatat 22.544 anak telah menerima imunisasi, atau sekira 27,7 persen dari target.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Lokasinya tersebar di Jl Jenderal Sudirman, Jl Boulevard, Kampus Universitas Hasanuddin, kawasan GOR Sudiang, hingga Center Point of Indonesia (CPI).
Upaya jemput bola juga dilakukan melalui pendekatan door to door.
Sasaran utamanya adalah anak usia 9 hingga 59 bulan.
Menariknya, imunisasi tetap diberikan tanpa melihat status vaksinasi sebelumnya.
“Kita tetap imunisasi ulang sesuai usia, untuk memastikan perlindungan maksimal,” jelasnya.
Seluruh layanan imunisasi campak ini dipastikan diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Ke depan, Dinkes Makassar juga berencana memperluas sasaran imunisasi kepada tenaga kesehatan.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan tenaga kesehatan yang meninggal akibat campak.
“Pemerintah akan memberikan imunisasi MR kepada tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit,” katanya.
Meski status KLB masih berlaku, dr Ida menegaskan secara tren, angka campak di Makassar sudah turun.
Hal ini terlihat dari minimnya kasus terkonfirmasi sepanjang awal 2026.
“Turun secara angka, karena memang kita sudah melakukan vaksinasi,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin, angkat bicara terkait status KLB campak di wilayahnya.
Ia menegaskan, kasus yang ada saat ini belum sepenuhnya terkonfirmasi positif.
Sebagian besar masih berstatus suspek. “Belum positif, masih suspek,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kota-Makassar-Nursaidah-Sirajuddin-121121221.jpg)