Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anggota Dewan Minta Gubernur Andi Sudirman Tegur Kepala OPD Doyan Mangkir Rapat DPRD Sulsel

Bagaimana tidak, LKPJ Pemprov Sulsel mendapat kritik langsung dari anggota DPRD Sulsel, Andi Patarai Amir.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
DPRD SULSEL - Ketua DPRD Sulsel Cicu saat pimpin jalannya rapat paripurna di gedung sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026) sore. Cicu minta Andi Sudirman tegur pejabat Pemprov Sulsel yang doyan hadiri rapat komisi di DPRD Sulsel. 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, meminta Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegur para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang doyan absen di rapat komisi DPRD Sulsel.


Hal itu disampaikan lantaran selama ini, Kepala OPD atau Kepala Dinas (Kadis) kerap mengutus perwakilan saat rapat komisi digelar.

Sehingga menghambat proses pembahasan anggaran, evaluasi program, dan pengawasan kinerja pemerintah.

Permintaan ini disampaikan Andi Rachmatika Dewi usai Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025.


Rapat paripurna digelar di kantor sementara DPRD Sulsel, Kompleks PU/Bina Marga, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026).

“Kami sampaikan kepada Bapak Gubernur agar dalam pembahasan LKPJ dan rapat kerja di komisi, para kepala OPD hadir secara langsung tanpa diwakili,” kata Cicu sapaan Andi Rachmatika.

Kepala OPD yang doyan diwakilkan dalam rapat komisi membuat akuntabilitas publik menjadi lemah dan fungsi pengawasan terganggu. 

Menurutnya, minimnya kehadiran pejabat membuat dewan kesulitan mengevaluasi kinerja Pemprov Sulsel secara menyeluruh.

“Sekali lagi, dalam agenda-agenda pembahasan, baik di komisi maupun pansus, seluruh dokumen yang dibutuhkan harus tersedia berserta data yang terupdate, dan kepala OPD hadir tanpa diwakili,” tandasnya.

DPRD Sulsel Geram LKPJ Gubernur Andi Sudirman Hasil Copy Paste

Rapat paripurna DPRD Sulsel yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025 menarik perhatian.

Bagaimana tidak, LKPJ Pemprov Sulsel mendapat kritik langsung dari anggota DPRD Sulsel, Andi Patarai Amir.

Politisi Partai Golkar itu bahkan menyampaikan koreksi di hadapan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan menyebut dokumen tersebut terindikasi “copy paste”

Kritik tersebut turut didengar langsung Sekretaris Pemprov Sulsel, Jufri Rahman, dan disampaikan dalam forum resmi yang terbuka untuk umum.

Pantauan di lokasi, legislator Komisi E tersebut berdiri dan menyampaikan kritik selama kurang lebih 10 menit di forum paripurna.

Dalam penyampaiannya, Andi Patarai Amir menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk koreksi terhadap dokumen LKPJ yang dinilai belum siap.

“Ini sekadar koreksi, karena paripurna hari ini memang tidak ada sesi jawaban dan pandangan. Jadi tidak ada salahnya saya menyampaikan koreksi. Mohon maaf Pak Gubernur, mungkin juga belum membaca LKPJ ini, termasuk Pak Sekda,” ujarnya.

Ia kemudian menyimpulkan bahwa tim penyusun LKPJ terkesan belum siap dalam menyusun dokumen tersebut.

“Saya mengambil kesimpulan bahwa tim penyusun LKPJ ini seolah-olah belum siap menyerahkan LKPJ-nya,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah persoalan ditemukan bahkan dari sisi sistematika penulisan, bukan hanya substansi.

Ia membeberkan sejumlah indikator kinerja utama masih belum dirilis.

“Ada indeks modal manusia belum rilis, indeks ketahanan nasional juga belum rilis. Bagaimana kita mau bahas kalau datanya tidak ada? Tidak ada angka capaian yang dituangkan di LKPJ ini,” kritiknya.

Andi Patarai juga mempertanyakan koordinasi antara tim penyusun dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel terkait ketersediaan data tersebut.


Tak hanya itu, ia menyoroti dugaan penggunaan data lama dalam dokumen LKPJ. 

Pada Bab III naskah LKPJ, ia menemukan rujukan anggaran tahun 2020.

Sementara, kala itu Andi Sudirman masih menjabat Wakil Gubernur Sulsel.

Padahal yang mesti dilaporkan adalah pertanggungjawaban tahun 2025.

“Kalau dia bilang bukan copy paste, dia bohong. Ini jelas diambil dari tahun 2020. Saat itu Pak Gubernur masih menjabat wakil gubernur,” ujarnya.

Selain dugaan “copy paste”, ia juga menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam penyusunan laporan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, beberapa OPD tidak mencantumkan bagian penting seperti permasalahan dan solusi dalam laporan.

“Dinas Pendidikan tidak mencantumkan permasalahan dan solusi. Begitu juga Dinas Pemuda dan Olahraga. Seolah-olah tidak ada masalah di sana,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan data permasalahan dan solusi sangat penting bagi DPRD Sulsel dalam melakukan pembahasan dan evaluasi.

“Kalau tidak ada permasalahan dan solusi, apa yang mau kami bahas di DPRD, khususnya di komisi yang menjadi mitra OPD?” tambahnya.

Andi Sudirman Sulaiman kemudian menanggapi langsung kritikan Andi Patarai Amir, terkait dokumen LKPJ Tahun Anggaran 2025.

Andi Sudirman menilai kritik tersebut sebagai masukan yang baik bagi Pemprov Sulsel Sulsel.

“Ini masukan yang bagus. Memang ada sejumlah data yang belum rilis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi itu terjadi karena batas waktu penghitungan data (cut off) dalam penyusunan LKPJ ditetapkan hingga akhir tahun anggaran, yakni 31 Desember.

“Memang ada yang belum rilis karena cutoff-nya adalah Desember. Kalau rilisnya di tahun sekarang, itu memang belum bisa masuk, karena kita bicara cutoff 31 Desember,” jelasnya.

Menurutnya, keterlambatan rilis data merupakan hal yang lazim, termasuk pada data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Sama halnya dengan BPS, ada data yang masuk bulan September, ada juga yang baru rilis di bulan Maret,” tambahnya.

Selain itu, Andi Sudirman juga mengakui bahwa sejumlah pejabat OPD di lingkup Pemprov Sulsel masih tergolong baru.

Kondisi tersebut, kata dia, turut memengaruhi proses penyusunan laporan, sehingga membutuhkan waktu penyesuaian.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kinerja tim penyusun LKPJ.

“Bukan berarti saya membela sekda dan tim, tetapi ini juga menjadi masukan. Kita juga perlu memberikan apresiasi,” tutupnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved