BBM Langka
Truk dan Bus 'Kepung' Makassar, Kemacetan Tak Terhindarkan Akibat Antrean BBM
Keberadaan kendaraan yang berhenti di bahu jalan untuk mengantre BBM dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kemacetan lalu lintas kembali mewarnai sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar, Selasa (31/3/2026).
Kepadatan arus lalu lintas terjadi di sekitar area SPBU milik PT Pertamina Patra Niaga.
Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU menjadi salah satu pemicu utama kepadatan arus lalu lintas.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di sejumlah SPBU.
Seperti di Jl Letjen Hertasning, SPBU Jl Rappocini-Ap Pettarani, dan dua SPBU lainnya di Jl Ap Pettarani.
Kejadian serupa juga terjadi di kawasan SPBU Jl Pengayoman Kecamatan Panakkukang.
Kondisi ini berdampak pada tersendatnya arus kendaraan, terutama di jalur menuju persimpangan padat.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Soal Kenaikan Harga BBM
Antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU sekitar kawasan tersebut meluber hingga ke badan jalan.
Sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Di beberapa titik, kendaraan bahkan harus berjalan merayap, berjalan pelan.
Pengendara terlihat saling mendahului untuk mencari celah, sementara petugas SPBU berupaya mengatur antrean agar tidak semakin meluas.
Seorang pengendara, Ardi (32), mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan akibat kondisi tersebut.
“Biasanya saya lewat sini lancar, tapi hari ini macet sekali karena antrean di SPBU sampai keluar,” ujarnya.
Aktivitas masyarakat yang meningkat di sore hari turut menambah kepadatan di sejumlah titik.
Selain itu, keberadaan kendaraan yang berhenti di bahu jalan untuk mengantre BBM dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Beberapa pengendara lain memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Hingga malam hari, antrean di sejumlah SPBU masih terlihat panjang.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di wilayah Makassar dalam kondisi aman dan terjaga.
Hal itu menyusul adanya antrean kendaraan yang mengular hingga sekitar 1 kilometer di beberapa SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan, antrean yang terjadi merupakan dampak dari meningkatnya kebutuhan BBM.
Baca juga: BPH Migas: Belum Ada Kebijakan Apa Pun Terkait BBM
Utamanya seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik, khususnya dari wilayah Toraja yang melintas menuju Enrekang dan Makassar.
“Peningkatan volume kendaraan dari arus balik, termasuk pergerakan masyarakat dari Toraja yang melintasi jalur Enrekang, berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik-titik dengan trafik tinggi,” jelas Lilik.
Ia menambahkan, distribusi energi tetap berjalan dengan pengawasan intensif dan dukungan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
“Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” lanjutnya.
Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan, secara umum stok BBM berada dalam kondisi mencukupi dan terus disalurkan sesuai kebutuhan.
“Penyaluran BBM berjalan normal dan kami memastikan pasokan tetap tersedia. Dinamika antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan demand selama arus balik. Kami juga telah mengoptimalkan suplai serta mempercepat distribusi ke SPBU untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan,” terang Ridho.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan.
Pola konsumsi yang wajar akan membantu menjaga distribusi tetap merata dan menghindari kepadatan yang tidak perlu di SPBU.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi guna mendapatkan produk dengan kualitas terjamin dan harga sesuai ketentuan.
Apabila menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat monitoring, memastikan distribusi berjalan optimal.
Serta mengambil langkah cepat di lapangan guna menjaga akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali.(*)
| SPBU di Jl Pettarani Makassar Padat, Kendaraan Mengular hingga Jalan Raya |
|
|---|
| Bupati Sinjai Sidak SPBU Lita, Pastikan Pasokan BBM Aman |
|
|---|
| Satreskrim Polres Bone Sidak SPBU, Klaim Stok Solar dan Pertalite Masih Aman |
|
|---|
| Pertalite dan Solar di SPBU Ulugalung Wajo Kosong, Pengawas: Hari ini Juga BBM Masuk |
|
|---|
| Dinas Koperindag Lutim Ungkap Penyebab Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Malili, Bukan Langka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260331-SPBU-Jl-Letjen-Hertasning.jpg)