Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Sulsel Siapkan OMC hingga Pembangunan Sumur Bor

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo menyebut rencana antisipasi mulai disusun.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
KEMARAU PANJANG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Amson Padolo mengenakan pakaian Korpri di Lobby Utama Kantor Gubernur Sulsel beberapa Waktu lalu. BPBD Sulsel mulai menyiapkan strategi OMC hingga sumur bor. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indonesia akan hadapi musim kemarau panjang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 (PMK26) di Indonesia menyebut khusus Sulawesi Selatan (Sulsel) kemarau diprediksi akan datang secara bertahap.

Kemarau mulai melanda Sulsel pada April. Kemudian puncaknya terjadi Agustus nanti.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo menyebut rencana antisipasi mulai disusun.

Diantaranya opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

OMC kerap jadi solusi menjaga curah hujan di tengah kekeringan.

Gunanya menjaga produksi pertanian hingga mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

"jika memungkinkan, kan sumber air selama ini kita tahu hanya dua, di bawah tanah dan di atas udara. Di udara itu kalau masih ada bibit awan ya kita akan berupaya melakukan langkah teknologi OMC atau operasi modifikasi cuaca," kata Amson Padolo saat dikonfirmasi pada Senin (30/3/2026).

Amson menyebut ketersediaan air dan pencegahan karhutla jadi fokus utama di musim kemarau.

Apalagi ketersediaan air baku untuk air minum selama ini masih mengandalkan air permukaan.

Ia menyebut perlu mencari sumber air lain yang bisa diberdayakan, utamanya bagi wilayah perkotaan

"Itu mungkin akan kami coba koordinasikan dengan pengelolaan sumber daya air untuk bagaimana kolaborasi dengan perusahaan air minum PDAM di kabupaten kota untuk sumber air yang selain air permukaan ya. Karena ini memang yang akan sangat vital termasuk penyiapan sumur-sumur bor," kata Amson Padolo.

Amson mengaku pemerintah sudah punya pengalaman hadapi musim kemarau.

Beberapa tahun lalu, ada penyiapan sumur bor untuk produksi pertanian.

Inilah yang disebutnya bisa kembali dilakukan menghadapi kemarau 2026

"kan ada beberapa memang sudah pernah dilakukan penyiapan sumur-sumur bor untuk pertanian, kita juga pernah bekerjasama dengan Kodam untuk membuat sumber bor di area pemukiman ya. Selama ini masih diberdayakan oleh masyarakat rata-rata. Jadi memang juga penyiapan embung-embung untuk pengumpulan air," sambungnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah siap menghadapi fenomena musim kemarau tersebut.

Apalagi stok beras di Indonesia diklaim masih mencukupi hingga Desember 2026.

"stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan kedepan jadi sedangkan kekeringan hanya 6 bulan jadi Insyaallah aman," kata Andi Amran Sulaiman sembari berjalan meninggalkan Pinisi Ballroom di Hotel Claro Makassar pada Kamis (26/3/2026).

Amran Sulaiman mengaku sudah bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas persoalan tersebut.

Disebutnya meski ada kemarau panjang, beberapa lahan sawah tetap bisa produksi.

Dirinya berkaca pada kekeringan pada 2023 dan 2024.

Meski dilanda kekeringan, produksi tetap terjaga 2 juta ton per bulan.

Sehingga dengan stok yang ada saat ini saja sudah bisa memenuhi kebutuhan hingga Desember.

Apabila saat kekeringan produksi bisa dijaga maka stok bisa dipenuhi hingga 2027.

"Belum dihitung yang ditanam pada bulan April, Mei, Juni, Juli sampai dengan Desember. Jadi aman saja. Stok kita per hari ini 4,2 juta ton bulan depan 5,2 juta ton tidak pernah terjadi stok seperti itu," jelasnya.

Stok ini disebutny cukup untuk konsumsi masyarakat se-Indonesia

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved