Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSMTI Minta Isu Seleksi Paskibraka Cathlyn Yvaine Tak Digiring ke Sentimen Etnis

Cathlyn Yvaine Lesmana merupakan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Sulsel.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-Timur.com/ Faqih Imtiyaaz
POLEMIK PASKIBRAKA - Suasana RDP Polemik seleksi calon Paskibraka tingkat nasional yang diduga tiba-tiba digagalkan secara sepihak. Dalam RDP, Kepala Kesbangpol Sulsel dipanggil dalam rapat yang digelar di gedung sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PSMTI Sulsel meminta polemik yang menimpa Cathlyn Yvaine Lesmana dalam seleksi Paskibraka Nasional tidak digiring ke isu etnis maupun diskriminasi tanpa dasar yang jelas.
  • PSMTI mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap Cathlyn, namun mengingatkan agar perdebatan tetap dilakukan secara bijaksana demi menjaga persatuan.
  • PSMTI Sulsel menegaskan dukungannya terhadap proses penyelesaian polemik seleksi Paskibraka yang melibatkan Cathlyn Yvaine Lesmana secara objektif dan transparan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulsel meminta agar masalah Cathlyn Yvaine Lesmana tak digiring ke sentimen etnis.

Cathlyn Yvaine Lesmana merupakan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Sulsel.

Ia disebut masuk tiga besar calon diusulkan mewakili Sulsel ke Istana Negara.

Namun posisinya digantikan peserta lain sehingga memicu kritik dari sejumlah pihak.

DPRD Sulsel telah Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas nasib Cathlyn Yvaine Lesmana, Selasa (2/6/2026).

Hadir PSMTI Sulawesi Selatan.

Baca juga: Cathlyn Legawa Terima Hasil Seleksi Paskibraka Setelah Kesbangpol Sulsel Jadi Bulan-bulanan Publik

Dewan Pakar PSMTI Sulsel, Hana Ariella Sinjaya, mengatakan PSMTI menghargai besarnya perhatian masyarakat terhadap persoalan tersebut.

Ia menyebut dukungan publik merupakan kepedulian dan dukungan terhadap generasi muda berprestasi.

"Kami yakin perhatian itu lahir dari rasa peduli, simpati, dan dukungan tulus kepada generasi muda berprestasi. Semangat seperti ini harus kita jaga,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan agar dukungan yang diberikan tidak menjadi polemik yang berpotensi memecah persatuan.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, khususnya terkait isu diskriminasi dan perbedaan etnis.

“Kami mengajak semua pihak agar dukungan disampaikan secara bijaksana," ujarnya.

PSMTI juga mengimbau agar penggunaan narasi diskriminasi dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan fakta yang jelas.

PSMTI berharap tetap mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan prestasi tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

Ketua Komisi A, Andi Muhammad Anwar Purnomo, mengatakan pihaknya tengah merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel maupun Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved