Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Resonance of Dhamma 3 Hadirkan Kolaborasi Seni Buddhis dan Nusantara

Kolaborasi seni Buddhis dan budaya Nusantara dalam satu panggung pertunjukan di Balai Prajurit M Jusuf, Makassar, Kamis (18/6/2026).

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
HARI RAYA WAISAK - Umat Buddha melaksanakan Puja Bakti di Vihara Girinaga, Jl Salahutu II, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (31/5/2026). Vihara Girinaga hadirkan Resonance of Dhamma 3 puncak peringatan Hari Suci Waisak 2570 Buddhis Era. 
Ringkasan Berita:
  • Vihara Girinaga menghadirkan Resonance of Dhamma 3 sebagai puncak peringatan Hari Suci Waisak 2570 Buddhis Era di Balai Prajurit M Jusuf, Makassar
  • Acara ini memadukan seni Buddhis dan budaya Nusantara melalui pertunjukan tari, musik, barongsai, peking sai, serta penampilan vokalis dari Makassar dan Vietnam yang membawakan lagu-lagu rohani Buddhis.
  • Resonance of Dhamma 3 menjadi wadah penyebaran pesan kedamaian, cinta kasih, dan harmoni melalui pendekatan seni dan budaya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Vihara Girinaga hadirkan Resonance of Dhamma 3 puncak peringatan Hari Suci Waisak 2570 Buddhis Era.

Menyuguhkan kolaborasi seni Buddhis dan budaya Nusantara dalam satu panggung pertunjukan di Balai Prajurit M Jusuf, Makassar, Kamis (18/6/2026).

Ketua Vihara Girinaga, Roy Ruslim, mengatakan Resonance of Dhamma 3 dikemas melalui beragam penampilan seni, mulai dari tari, musik, barongsai, peking sai, hingga penampilan vokalis dari Makassar dan Vietnam yang akan membawakan lagu-lagu rohani Buddhis.

Kegiatan ini menjadi sarana menyebarkan pesan kedamaian, cinta kasih, dan harmoni kepada masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya.

“Lewat seni, orang bisa menerima pesan moral, pesan kedamaian, dan pesan kebenaran secara alami. Harapan kami, kedamaian dalam diri masing-masing dapat berkembang menjadi kedamaian yang lebih besar,” ujarnya.

Baca juga: Ibadah di Vihara Girinaga Dipimpin Bhikkhu Sangha dari Kamboja

Resonance of Dhamma telah memasuki penyelenggaraan ketiga dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai kebajikan secara universal kepada masyarakat luas.

Panitia menargetkan sekitar 1.500 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara terbuka untuk umum tanpa ceramah keagamaan maupun sambutan resmi.

Seluruh rangkaian akan diisi pertunjukan seni dan budaya yang mengangkat pesan cinta kasih, kebahagiaan, serta semangat hidup harmonis di tengah keberagaman.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya terhibur, tetapi juga merasakan kedamaian dan membawa pulang semangat untuk terus mengembangkan cinta kasih di mana pun berada,” kata Roy Ruslim.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved