Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Ketua RW Barrang Lompo Jaga Kebersihan Laut, dan Kisah Haji Sampara PSM

‎Pria kelahiran Barrang Lompo, 30 Oktober 1960 ini dikenal aktif menggerakkan warga menjaga kebersihan lingkungan, baik di darat maupun di laut.

Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
RT RW - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Ketua RW 003 Barrang Lompo Haji Sampara saat melakukan kunjungan ke Pulau Barrang Lompo 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai wilayah kepulauan, persoalan sampah laut menjadi perhatian utama Ketua RW 003 Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Haji Sampara. 

‎Pria kelahiran Barrang Lompo, 30 Oktober 1960 ini dikenal aktif menggerakkan warga menjaga kebersihan lingkungan, baik di darat maupun di laut.

‎“Di pulau itu sampah dari laut seperti tamu tak diundang. Jadi harus kita tangani bersama. Kalau masih jauh kita halau, kalau sudah sampai kita kumpulkan,” ujar Haji Sampara kepada Tribun-Timur.Com, Jumat (27/3/2026). 

‎Ia menjelaskan, kebersihan menjadi program utama di wilayahnya. Ia bersama jajaran 6 RT dan para warga rutin menggelar kerja bakti setiap pekan. 

‎“Kita pantau kebersihan lorong, jalan,” jelasnya.

‎Ia menyebut, pengelolaan sampah di pulau telah memiliki sistem penampungan. 

‎Sampah dikumpulkan dan dibawa ke tempat penampungan sementara (TPS). 

‎“Sudah ada tempat penampungan dan pengelola. Jadi tidak dibuang sembarangan,” tambahnya.

‎Di balik aktivitasnya sebagai Ketua RW, Haji Sampara juga merupakan pelaku usaha perdagangan antar pulau. 

‎Ia telah menjalankan usaha tersebut selama sekitar 15 tahun.

‎Dengan kapal berkapasitas sekitar 70 ton dan sembilan orang kru, ia menawarkan berbagai barang dari Makassar ke wilayah Maluku Barat Daya (MBD), termasuk pulau-pulau seperti Lirang, Wetar, Romang, hingga Moa dan Luang.

‎“Biasanya kita bawa sembako seperti beras, gula, terigu, juga bahan bangunan, seperti semen dan besi,” ujarnya.

‎Dalam setahun, ia melakukan pelayaran perdagangan sekitar tiga kali dengan durasi perjalanan dua hingga tiga bulan, tergantung kondisi cuaca.

‎Untuk sekali pemberangkatan, modal yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp500 juta, termasuk bahan bakar dan logistik selama perjalanan.

‎“Alhamdulillah, yang penting usaha jalan dan kita tetap bersyukur,” katanya.

‎Di sela kesibukannya, Haji Sampara juga dikenal sebagai penggemar setia PSM Makassar. 

‎Sejak muda, ia rutin mengikuti perkembangan tim kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.

‎“PSM itu sudah jadi hobi dari dulu. Sampai sekarang tetap saya dukung,” tuturnya.

‎Ia mengaku rutin menonton pasukan juku eja. Ia bahkan, karena hobinya itu, dijuluki 'Haji Sampara PSM'. 

‎"Istilahnya kami tidak usah dikasi minum teh yang penting saya pergi nonton PSM," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved