Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSBM XXVI

Veronica Tan Dorong Program Pangan Perempuan di Forum PSBM Makassar

Wamen PPPA Veronica Tan tampil di forum PSBM Makassar, bersanding dengan para gubernur. Ia mengusung program pangan perempuan berbasis komunitas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Siti Aminah
PSBM MAKASSAR - Wakil Menteri PPPA RI, Veronica Tan, menghadiri forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Makassar, Kamis (26/3/2026). Veronica tampil anggun mengenakan baju bodo modern hijau datu, bersanding dengan jajaran gubernur dan pengusaha. 

Ringkasan Berita:
  • Wamen PPPA Veronica Tan menghadiri PSBM Makassar, bersanding dengan para gubernur dan pengusaha. 
  • Ia mengusung program pangan perempuan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk di wilayah 3T.
  •  Veronica juga menekankan pentingnya ekonomi perawatan agar peran perempuan di rumah tangga diakui sebagai kontribusi nyata bagi kesejahteraan keluarga dan pembangunan nasional.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, mendorong kolaborasi program pemberdayaan perempuan melalui penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Makassar, Kamis (26/3/2026).

Veronica menjadi salah satu pembicara dalam forum PSBM. Ia bersanding dengan tujuh gubernur serta sejumlah pengusaha asal Sulawesi Selatan.

Veronica tampil anggun mengenakan baju bodo modern berwarna hijau datu.

Penampilannya seolah menjadi simbol kedekatan dengan akar budaya Sulawesi Selatan di tengah forum yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.

Dalam pemaparannya, Veronica mengungkapkan kehadirannya di forum berawal dari komunikasi dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

“Pak Amran menelepon saya dan menanyakan kira-kira kita bisa kolaborasi apa di lima kabupaten. Waktu itu saya langsung menyampaikan program pangan, program kebun pangan lokal perempuan,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut dapat menggerakkan keluarga dan komunitas perempuan agar lebih aktif memanfaatkan potensi lahan di daerah masing-masing.

Dengan kondisi tanah yang subur, perempuan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung produksi pangan skala rumah tangga hingga komunitas.

Pada tahap awal, Veronica mengusulkan lima daerah sebagai lokasi kolaborasi, termasuk Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan.

Namun ia kemudian menambahkan dua daerah lain yang tergolong wilayah terpencil kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Wilayah 3T seharusnya juga menjadi pilot project.

Di sana bisa dibuat pembibitan dan program yang menggerakkan perempuan di komunitasnya,” jelasnya.

Jika program berhasil di daerah terpencil, model pemberdayaan tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah lain dengan memanfaatkan kearifan lokal.

Selain ketahanan pangan, Veronica menyoroti pentingnya konsep care economy atau ekonomi perawatan yang selama ini tidak terlihat dalam perhitungan ekonomi formal.

Ia menekankan banyak pekerjaan perempuan di rumah tangga memiliki nilai ekonomi besar namun tidak dihitung.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved