Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSBM XXVI

Arifai Sukses Kembangkan Bisnis Songkok Recca dan Passapu di Mimika

Songkok Recca dan Passapu terpajang rapih depan Pinisi Ballroom dalam  Pertemuan Saudagar Bugis Makassar.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
SAUDAGAR SULSEL - Arifai Rasyid, Pengusaha Asal Pangkep sukses di Mimika lewat UMKM menjajakan songkok recca dan passapu saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). Arifai Rasyid, sosok dibalik Top Sutera, berdiri depan etalasenya.  

Arifai menyebut aksesori khas Sulsel sangat diminati di Mimika.

Terutama warga keturunan Sulsel yang berada di tanah Papua.

"Di Papua banyak minati terutama kita di Sulsel, yang lahir dan besar di Papua. Tapi tidak pernah lupa pakai baju kebesaran kita. Di Papua ada orang bugis juga menikah dengan suku lain," cerita Arifai Rasyid.

Arifai memiliki darah Bugis - Makassar dari orangtuanya.

Meskipun Arifai lahir dan dibesarkan di Papua.

"Saya orangtua dari Sulsel, Pangkep, Sigeri. Saya 7 bersaudara di lahirkan di Papua. Ada di sorong, manokwari. Jadi kami sekeluarga di wariskan Labepa, Lahir Besar di Papua," katanya.

Momen lebaran disebutnya jadi ajang Arifai Rasyid pulang ke kampung halaman orangtuanya.

Kemudian mejalin silaturahmi dengan pengusaha-pengusaha Sulsel se-Indonesia

Ketua Umum BPP KKSS sekaligus Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai kekuatan bangsa. 

Hal itu disampaikan Amran Sulaiman  saar menyampaikan pidato utama dalam gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026), itu dihadiri sekitar 2.000 saudagar Bugis Makassar. 

“Orang Bugis Makassar ada di mana-mana. Kita bertemu saudara-saudara di Kediri, di Kalimantan, dan banyak daerah lain. Itu menunjukkan bahwa kita tetap terhubung sebagai satu keluarga besar,” ujar Andi Amran Sulaiman

Menurut Amran, keberhasilan jaringan saudagar Bugis Makassar yang terus berkembang hingga saat ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. 

Ia menekankan, semua pencapaian tersebut lahir dari proses panjang, kerja keras, dan kebersamaan yang terus dijaga selama puluhan tahun.

“Semua ini tidak didapatkan secara tiba-tiba. Semua melalui proses panjang dan kerja keras. Karena itu kita patut bangga dengan kebersamaan yang telah terbangun selama ini,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved