PSBM XXVI
Sejarah Merantau Orang Bugis-Makassar, dari Konflik Politik hingga Cari Status Sosial
Prof Andi Akhmar menuturkan bahwa keberhasilan di perantauan kemudian menjadi simbol prestise ketika para perantau kembali ke daerah asalnya.
Ringkasan Berita:
- Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Prof Andi Muhammad Akhmar, menjelaskan bahwa tradisi merantau orang Bugis-Makassar dapat ditelusuri sejak abad ke-17.
- Prof Andi Akhmar menuturkan bahwa keberhasilan di perantauan kemudian menjadi simbol prestise ketika para perantau kembali ke daerah asalnya.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tradisi merantau telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bugis-Makassar sejak berabad-abad lalu.
Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi faktor sejarah dan politik, tetapi juga dorongan untuk meningkatkan status sosial dan ekonomi.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Prof Andi Muhammad Akhmar, menjelaskan bahwa tradisi merantau orang Bugis-Makassar dapat ditelusuri sejak abad ke-17.
“Orang Bugis-Makassar memiliki tradisi merantau yang kuat. Itu ditandai dengan berbagai kajian sejarah sejak abd ke-17, di mana mereka telah melakukan diaspora ke berbagai wilayah,” ujarnya saat ditemui di sela acara Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Ia menyebutkan, diaspora tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia seperti Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.
Baca juga: Sherly Tjoanda Primadona, Jadi Buruan Selfie Peserta PSBM di Hotel Claro Makassar
Bahkan, perantauan juga meluas hingga ke luar negeri seperti Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Menurutnya, motif merantau tidak semata-mata dipicu oleh konflik atau dinamika politik seperti perang pada masa lalu.
Faktor ekonomi dan keinginan untuk memperbaiki taraf hidup juga menjadi alasan yang sangat kuat.
“Banyak dari mereka merantau untuk mengubah status sosial. Ada studi yang menunjukkan petani-petani miskin dari wilayah Ajatappareng pada abad ke-19 meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Andi Akhmar menuturkan bahwa keberhasilan di perantauan kemudian menjadi simbol prestise ketika para perantau kembali ke daerah asalnya.
Momentum kepulangan ini, kata dia, kerap dimanfaatkan untuk menunjukkan keberhasilan sekaligus komitmen membangun kampung halaman.
“Dalam budaya Bugis-Makassar, nilai Siri’ menjadi penting. Ada dorongan untuk sukses di rantau, lalu kembali dan berkontribusi bagi daerah,” katanya.
Ia juga menyinggung bahwa dalam konteks kekinian, pola merantau mengalami perubahan.
Jika dahulu dilakukan secara kolektif, kini lebih banyak dilakukan secara individu dengan berbagai tujuan seperti pekerjaan dan pendidikan.
Meski demikian, esensi merantau tetap sama, yakni sebagai upaya meningkatkan status sosial sekaligus menunjukkan keberhasilan.
“Spirit Siri’ na Pacce tetap menjadi landasan kuat bagi orang Bugis-Makassar untuk meraih kesuksesan di perantauan,” ucapnya.
Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar 2026
Bertabur Tokoh di Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar dari Menteri hingga Politisi.
Sejumlah tokoh nasional hingga kepala daerah dari berbagai provinsi terlihat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026.
Agenda digelar di Hotel Claro Makassar Jl Ap Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026).
Kehadiran para tokoh ini menambah semarak forum yang selama ini dikenal sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi jejaring saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah.
Sejak awal acara, satu per satu nama tokoh disapa dalam sambutan.
Beberapa di antaranya duduk di barisan depan bersama para undangan kehormatan lainnya.
Hadir Wakil Ketua DPD RI Tamsil Lindung, Menteri Pertanian sekaligus Ketua DPP KKSS Andi Amran Sulaiman, Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar.
Hadir juga Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan.
Kehadirannya menjadi perhatian tersendiri karena selama ini lebih sering dikenal publik melalui pemberitaan nasional.
Turut hadir pula Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Kehadiran dua wakil menteri ini menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap forum saudagar yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Dari kalangan tokoh Bugis Makassar, sosok inisiator PSBM, Aksa Mahmud, juga tampak berada di antara para tamu kehormatan.
Tampak juga sejumlah politisi senayan asal Sulawesi Selatan.
Seperti Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, hingga Syamsu Rizal MI.
Acara juga dihadiri sejumlah pimpinan daerah dari berbagai provinsi.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, hadir bersama rombongan.
Selain itu tampak pula Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, serta Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling.
Deretan kepala daerah lainnya juga turut meramaikan forum tersebut.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, hadir bersama sejumlah pejabat daerah.
Dari Kalimantan Utara, Gubernur Zainal Arifin Paliwang juga terlihat mengikuti rangkaian acara.
Sementara dari Kalimantan Timur hadir Gubernur Rudy Mas'ud, yang juga dikenal sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama wakilnya, Fatmawati Rusdi
Hadir juga unsur Forkopimda Sulsel, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan jajarannya.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang mempertemukan jaringan saudagar Bugis Makassar dari berbagai wilayah.
Selain pejabat pemerintahan, tokoh agama dan ulama juga mengambil bagian dalam kegiatan ini.
Salah satu yang hadir adalah dai nasional Das'ad Latif yang dijadwalkan memberikan tausiah kepada para peserta.
Forum PSBM XXVI ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan saudagar, tetapi juga ajang silaturahmi lintas sektor.
Suasana kebersamaan terasa kuat ketika para tokoh dari berbagai latar belakang duduk bersama, berdiskusi, sekaligus mempererat hubungan dalam semangat persaudaraan Bugis-Makassar.(*)
| Sosok 2 Gubernur Terkaya Indonesia Kumpul di Makassar Hadiri PSBM |
|
|---|
| Sosok Zainal Arifin Paliwang Jenderal Asal Makassar Pulang Kampung Demi PSBM |
|
|---|
| Tamsil Linrung Serukan Penguatan Jejaring Saudagar untuk Ekonomi Daerah Sulsel |
|
|---|
| Syahar Alrif Jajaki Kerja Sama Sherly Tjoanda, Sidrap Siap Kirim Telur untuk Warga Maluku Utara |
|
|---|
| Inilah Makanan Khas Makassar Disajikan Gala Dinner PSBM, Apa Dipilih Veronica dan Sherly Tjoanda? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260326-Prof-Andi-Muhammad-Akhmar.jpg)