Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

In Memoriam

Ahmad Anzul: Perupa Kampung Garam Meninggal di Usia 58 Tahun

Perupa Kampung Garam Ahmad "Andi Zulkarnain" Anzul, meninggal dunia di usia 58 tahun di RS Tadjuddin Chalid, Biringkanaya, Makassar.

Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa/Ahmad Anzul
AHMAD ANZUL WAFAT-Perupa Kampung Garam Andi Zulkarnain alias Ahmad Anzul, meninggal dunia di usia 58 tahun di RS Tadjuddin Chalid, Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, MInggu (22/3/2026). Anzul pernah mengajar di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Imigran di Gowa 2016, dan keliling kabupaten di Sulsel mengajar membatik pada tahun 2017.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- "Jangki jadi seniman kalau kau tak punya banyak karya, banyak waktu, banyak teman, dan deposito sabar dan sensitivitas."

Definisi seniman itu laik disematkan kepada Ahmad " Andi Zulkarnain " Anzul.

MInggu (22/3/2026), perupa Kampung Garam itu, meninggal dunia di usia 58 tahun di RS Tadjuddin Chalid, Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ahmad Anzul lahir di Watampone Senin, 11 September 1967.

Setelah disemayamkan tiga waktu sholat di rumah duka, Jl Paccerakkang, Daya, Makassar, pendiri rumah seni Latar Nusa itu lalu dimakamkan di TPU Paccerakkang, timur kota.

Kabar wafatnya perupa senior dan pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM) ini dikonfirmasi budayawan Sulsel, Dr Halilintar Latief.

"Dik Anzul, meninggal saat tengah persiapkan pameran tunggalnya, habis Lebaran ini," ujar peneliti Budaya senior UNM itu, kepada Tribun.

Baca juga: In Memoriam Salim S Mengga:Diminta Prabowo Dimakamkan TMP Kalibata dan Cerita Tentara Mandar di Bone

Oktober  2025 lalu, bersama 3 perupa senior (Alan Tola, Asman Djasmin, dan Achmad Fauzi), Ahmad Anzul sempat menggelar pameran, Appa Sulapa' dengan tema "Empat Memandang Rupa": 

Kolaborasi Empat Perupa Makassar dalam Satu Bingkai Filosofi Bugis-Makassar dalam rangka Refleksi 50 Tahun Wajah Seni Rupa Makassar’.

Ini rangkaian acara 16TH Rock In Celebes pada 1 - 2 November di Benteng Rotterdam, Makassar.

"Ini tentang impian, takdir, filosofi hidup, dan keseimbangan sosial," ujar Anzul di salah satu media lokal.

Selain melukis, dia juga Seniman instalasi seni rupa. 

Anzul pernah mengajar di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Imigran di Gowa 2016, dan keliling kabupaten di Sulsel mengajar membatik pada tahun 2017. 

Ikut Makassar Biennale 2017 dengan karya Kampung Garam #107. 

Pada Biennale 2019 ia terlibat secara tim FindArt Space. Ia juga aktif mengerjakan karya artistik baik di rupa teater dan sastra. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved