Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prabowo Instruksikan Hemat BBM, Pemprov Sulsel Sudah Terapkan WFA

Andi Sudirman menunggu surat resmi dari Presiden Prabowo Subianto soal hemat BBM

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
HEMAT BBM - Ilustrasi. SPBU Milik Pertamina di Jl Hasanuddin. Presiden Prabowo Subianto instruksikan penghematan BBM dengan WFA ASN. Gubernur Andi Sudirman sudah menerapkan WFA 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Sulsel sisa menyesuaikan saja soal arahan Prabowo hemat BBM
  • Andi Sudirman menunggu surat resmi dari Presiden Prabowo Subianto

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan hemat Bahan Bakar Minyak (BBM).

Presiden Prabowo meminta anggota Kabinet Merah Putih mengkaji kebijakan penghematan konsumsi BBM.

Bahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa saja bekerja dari rumah (Work from Home/ WFH) sebagai bentuk antisipasi bila konflik di Timur Tengah terus berkepanjangan.

Konflik Timur Tengah memantik naiknya harga BBM.

Hal ini berdampak ke sejumlah sektor dari industri hingga pangan.

Penghematan BBM pun dipandang sebagai solusi.

"Ada permohonan dari Bapak Presiden untuk penghematan. Bagaimana hemat tentang penggunaan bahan bakar dan juga untuk keluarga," ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) pada Senin (16/3/2026).

"Ini kami sudah menerapkan WFA, work from anywhere, 3 hari kerja, 2 hari di mana saja.Tapi nanti akan mungkin ditambahkan lagi dengan WFA," sambungnya.

Lebih dulu kebijakan WFA sudah diterapkan Andi Sudirman pada 2025 lalu.

Secara bergiliran ASN mendapat kesempatan WFA.

Sehingga dengan arahan Presiden Prabowo ini, Pemprov Sulsel disebutnya sisa menyesuaikan saja.

Andi Sudirman menunggu surat resmi dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Mungkin nanti kita akan pertimbangkan setelah nanti ada resmi surat dari Bapak Presiden. Mohon nanti pengertiannya semuanya, mudah-mudahan itu dapat menambah bagaimana efisiensi kita," jelasnya.

Harga minyak dunia memang begitu rawan di tengah konflik global.

Kabar tertahannya kapal Pertamina sudah memantik naiknya harga minyak.

Akademisi Unhas Prof Bachtiar Nappu menjelaskan harga minyak mentah maupun Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair sangat tergantung pada pasokan via selat Hormuz.

"20 persen sampai 26 persen minyak mentah, dan LNG (Gas alam cair) itu lewat selat hormuz sehingga mengontrol fluktuasi market share crued oil maupun LNG. Disitu lewat dari Arab, Kuwait, Oman, Iran sendiri. Jalurnya itu semua," kata Guru Besar Unhas ini.

Setiap ketegangan atau gangguan di Selat Hormuz selalu memicu sentiment negatif di pasar. 

Dampaknya Harga minyak dunia meroket, lebih jauh berdampak terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM)

Tekanan pun dihadapi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia. 

Prof Bachtiar memprediksi kenaikan Harga minyak mentah bisa mencapai 40-50 persen. 

"Ekspektasi saya akan tembus 90 sampai 100 USD per barel, sekarang kan 70 USD per barel. Itu akan picu kenaikan BBM," sambungnya.

Ketegangan di Timur Tengah dengan penutupan Selat Hormuz, diyakini Prof Bachtiar akan berdampak ke Indonesia.

Sebab hukum pasar akan berlaku secara global. Ketika permintaan tinggi namun suplai minim.

"Artinya akan terjadi efek berantai global. Resiko tinggi sekarang maka terjadi hukum ekonomi, permintaan banyak, suplai sedikit, sudah pasti naik harga," kata Prof Bactiar Nappu.

Harga BBM non-Subsidi diyakini bisa naik di tengah gejolak.

Sementara BBM subsidi seperti Pertalite perlahan akan meningkat.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved