Waspada Glaukoma, Penyebab Kebutaan Permanen yang Sering Tanpa Gejala
Penyakit ini menyerang saraf optik secara progresif sehingga penglihatan perlahan menurun.
TRIBUN-TIMUR.COM - Glaukoma menjadi salah satu penyakit mata yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kebutaan permanen dan sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal.
Penyakit ini menyerang saraf optik secara progresif sehingga penglihatan perlahan menurun.
Salah satu pemicunya adalah peningkatan tekanan di dalam bola mata.
Dalam kondisi normal, tekanan bola mata berkisar antara 10–21 mmHg.
Namun ketika tekanan meningkat atau saraf optik lebih rentan, kerusakan dapat terjadi secara bertahap.
Kerusakan tersebut biasanya diawali dengan penyempitan lapang pandang dan dapat berujung pada kebutaan permanen jika tidak ditangani.
Glaukoma dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada individu berusia di atas 40 tahun.
Penyakit ini juga menjadi penyebab kebutaan tertinggi kedua di dunia setelah katarak.
Masalahnya, sebagian besar penderita tidak merasakan gejala pada tahap awal.
Banyak kasus baru diketahui ketika kerusakan penglihatan sudah cukup berat.
Padahal berbeda dengan katarak yang dapat dipulihkan melalui operasi, kerusakan penglihatan akibat glaukoma tidak dapat diperbaiki.
Deteksi dini melalui pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kebutaan akibat penyakit ini.
Di negara berkembang, sekitar 80–90 persen kasus glaukoma diperkirakan tidak terdiagnosis.
Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan di PubMed oleh Tham et al., jumlah penderita glaukoma di dunia diperkirakan mencapai sekitar 76 juta orang pada 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 111,8 juta orang pada 2040.
Sementara di Indonesia, prevalensi glaukoma mencapai sekitar 0,46 persen atau sekitar 4–5 orang per 1.000 penduduk berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023.
| JEC ORBITA Makassar Hadirkan Layanan Koreksi Presbiopia dengan Teknologi PRESBYOND |
|
|---|
| Untuk Pertama Kalinya, JEC ORBITA Gelar Operasi Mata Juling Gratis di HUT ke-25 |
|
|---|
| Seminar JEC Orbit Makassar Angkat Tema Cantik Menarik Tanpa Kantong Mata |
|
|---|
| VIDEO: 15-16 Februari 2025, Operasi Katarak dan Okuloplasti Gratis di RS Mata JEC ORBITA Makassar |
|
|---|
| Ada Operasi Katarak dan Okuloplasti Gratis di RS Mata JEC ORBITA Makassar 15 dan 16 Februari 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PEKAN-GLAUKOMA-14032026.jpg)