Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemenag Minta Pemudik Mampir Istirahat di Masjid, Ini Daftar Rumah Ibadah 'Siaga' Mudik Lebaran

Kemenag Sulsel telah siapkan ratusan rumah ibadah di sepanjang jalur utama melayani pemudik 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik lebaran 2026.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
MUDIK - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, saat memimpin Rakor jelang libur labaran via zoom, Kamis (12/3/2026). Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel menyiapkan 517 rumah ibadah bagi pemudik. 

Ringkasan Berita:
  • Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan menyiagakan 517 rumah ibadah, Madrasah, dan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai posko istirahat bagi pemudik Lebaran 2026.
  •  Fasilitas yang tersebar di sepanjang jalur utama nasional ini akan beroperasi selama 24 jam guna melayani arus mudik dan balik. 
  • Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menegaskan bahwa seluruh layanan tersebut bersifat gratis dan bertujuan memperkuat kepedulian sosial melalui kolaborasi bersama Kemenhub serta Polri.

TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel menyiapkan 517 rumah ibadah bagi pemudik.

Selain masjid, sejumlah Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) juga siap melayani pemudik.

"Kalau Capekki dalam perjalanan, Singgahki Istirahat," ujar Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, saat memimpin Rakor jelang libur labaran via zoom, Kamis (12/3/2026).

Kemenag Sulsel telah siapkan ratusan rumah ibadah di sepanjang jalur utama melayani pemudik 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik lebaran 2026.

Ali Yafid mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat dalam perjalanan mudik. 

Rumah ibadah yang tersebar sepanjang jalur mudik nasional siap menjadi tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Kehadiran posko Mudik di rumah ibadah ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik.

Baca juga: ‎Camat Panakkukang Minta RT Sosialisasikan Lapor Mudik Lewat Pengeras Suara Masjid

Ali Yafid menegaskan kepada seluruh Jajarannya di Satker Kabupaten Kota agar terus memantau dan memastikan kesiapan rumah-rumah ibadah yang berada di jalur mudik.

Mereka harus benar-benar siap melayani pemudik selama periode perjalanan lebaran, utamanya pastikan tanda tanda berupa baliho atau spanduk di lokasi ramah pemudik terpasang strategis.

“Kita ingin agar rumah-rumah ibadah yang berada di jalur mudik benar-benar siap melayani para pemudik. Rumah ibadah diharapkan dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik,” ujar Kakanwil.

Kesiapan layanan juga harus disertai dengan pengaturan petugas yang berjaga agar keamanan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.

“Perlu ada petugas yang berjaga agar keamanan tetap terjamin. Jangan sampai jamaah yang beristirahat justru mengalami kehilangan barang atau hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Kakanwil juga mendorong pengelola rumah ibadah menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik, terutama karena perjalanan mudik tahun ini berlangsung dalam suasana Ramadan.

“Jika memungkinkan, sediakan takjil atau makanan berbuka bagi para pemudik, serta minuman atau makanan sederhana untuk sahur. Ini bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial,” katanya lagi.

Selain itu, ia meminta agar layanan yang diberikan benar-benar bersifat gratis dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved