TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Selama periode mudik dan libur Lebaran, rumah-rumah warga yang ditinggalkan di Kota Makassar mendapat penjagaan dari Ketua RT dan RW di masing-masing wilayah.
Warga yang hendak mudik diarahkan untuk melapor kepada ketua RT/RW setempat.
Hal itu instruksi langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Sepanjang periode mudik tersebut, berbagai cerita datang dari para Ketua RT dan RW yang tetap siaga menjaga wilayahnya di momen hari raya.
Ketua RW 005 Kelurahan Rappojawa, Junaedy, mengaku memilih tidak mudik tahun ini demi menjalankan tugasnya menjaga rumah warga.
Ia mengatakan, biasanya setiap Lebaran ia pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Jeneponto.
Namun tahun ini, yang merupakan tahun pertamanya menjabat ketua RW, ia memilih tetap berada di Makassar.
"Baru tahun ini tidak mudik karena tugas sebagai RW. Biasanya setiap tahun pulang ke Jeneponto," ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, sekitar 200 warga di wilayahnya mudik ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan, seperti Sinjai dan Bone.
Kondisi lorong di wilayahnya pun tampak sepi selama periode mudik berlangsung.
"Sepi lorong waktu mudik," tambahnya.
Cerita lain datang dari Ketua RT 001 RW 006 Kelurahan Tidung, Andi Hermita. Ia mengaku mendapat oleh-oleh dari warganya yang kembali setelah mudik.
"Alhamdulillah dapat kue samosa dan keripik dari warga yang mudik," katanya.
Ia menjelaskan, komunikasi dengan warga yang mudik tetap terjalin melalui media sosial.
Selain itu, ia juga rutin memantau rumah-rumah yang ditinggalkan.
"Komunikasi tetap berlanjut, saling menanyakan kabar," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 008 Kelurahan Balang Baru, Qadri Pasinringi, meningkatkan kesiagaan di wilayahnya selama periode mudik dan libur Lebaran.
Ia mengimbau warga agar melapor sebelum berangkat mudik sehingga rumah yang ditinggalkan bisa dipantau secara bersama-sama.
"Sudah kami sampaikan kepada warga, sebelum mudik agar melapor ke RT/RW supaya bisa dipantau. Kami juga aktifkan ronda," jelasnya.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk memastikan kondisi listrik aman sebelum meninggalkan rumah.
Ia memastikan, selama periode H-3 Lebaran hingga pascalebaran, kondisi wilayahnya aman dan kondusif.
"Alhamdulillah aman, tidak ada kejadian pencurian maupun kebakaran," ungkapnya.
Saat ini, sebagian besar warganya yang mudik telah kembali ke Makassar. Sekitar 20 rumah sempat ditinggalkan penghuninya.
Qadri mengungkapkan, bersama jajaran RT melakukan pemantauan secara bergilir untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
"Keamanan dan kondusifitas ini berkat kerjasama seluruh ketua RT dan warga yang bahu-membahu menjaga wilayah," ucapnya.