Tribun RT RW
Pendapatan Baru Ketua RT Lewat Urban Farming, DPP Makassar Siapkan Modal Awal
Tak taggung-tanggung, Aulia mengunjungi tiga kelurahan sekaligus diantaranya di Kelurahan Baraya, Wajo Baru, dan Tompo Balang.
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Program urban farming yang digalakkan Pemerintah Kota Makassar diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok tani di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, turun langsung melakukan sosialisasi program tersebut kepada pengurus RT dan RW di Kecamatan Bontoala, Senin (9/3).
Tak taggung-tanggung, Aulia mengunjungi tiga kelurahan sekaligus diantaranya di Kelurahan Baraya, Wajo Baru, dan Tompo Balang.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsep urban farming serta pembentukan kelompok tani atau Kelompok Wanita Tani (KWT).
Menurut Aulia, urban farming tidak harus dilakukan di lahan luas.
Warga dapat memanfaatkan ruang terbatas di sekitar rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan.
“Urban farming itu tidak mesti harus ada lahan kosong yang luas. Pekarangan rumah, teras rumah, balkon bahkan rooftop juga bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Melalui urban farming, warga yang tergabung dalam kelompok tani atau KWT dapat menanam berbagai jenis tanaman pangan secara mandiri.
Hasil panen tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dijual untuk menambah pendapatan.
Aulia menjelaskan satu kelompok tani atau KWT biasanya terdiri dari sekitar 20 orang anggota.
Kelompok tersebut kemudian ditetapkan melalui surat keputusan (SK) dari kelurahan.
“Prosedurnya itu bentuk kelompok, kemudian di-SK-kan oleh kelurahan,” katanya.
Kelompok tani yang terbentuk nantinya dapat mengusulkan bantuan kepada Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar untuk mendukung kegiatan urban farming.
Bantuan yang disiapkan mencakup berbagai sektor. Untuk pertanian, bantuan berupa benih, bibit tanaman, media tanam, pupuk, kompos hingga fasilitas hidroponik.
Selain itu, untuk sektor peternakan disiapkan bantuan kandang ayam, ayam petelur, serta pakan.
| Mamajang Genjot Pengelolaan Sampah Lewat BSU, Serukan Olah Sampah dari Rumah Sebelum Masuk TPA |
|
|---|
| RT RW Pisang Utara Kumpulkan 100 Kg Sampah |
|
|---|
| Kisah Ketua RT di Mannuruki Makassar Jadi Guru dan Pengasuh 50 Anak, Profil Muzakkar Syaharuddin |
|
|---|
| Lurah Parangloe Galang Dukungan, Fasilitas Pengolah Sampah Organik Kini Tersedia di Semua RW |
|
|---|
| Jumat Bersih RT/RW se-Makassar, Temukan Limbah Perusahaan di Saluran Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sosialisasi-Aulia-Arsyad-2026-66.jpg)