Belum Reda Kasus Bripda Dirja, Polisi Kembali Lepas Tembakan: Pemuda 18 Tahun Tewas di Makassar
Dua peristiwa berbeda. Dua nyawa melayang. Sama-sama melibatkan aparat. Kasus pertama, senior aniaya junior hingga tewas.
Tak lama kemudian, polisi datang dari arah Hertasning menggunakan mobil biasa.
“Turun, angkat senjata, tembak satu kali. Saya langsung lari masuk,” ujar DN.
Ibu Korban: “Kenapa Anak Saya Bisa Kena?”
Di saat yang sama, ibu korban, Desi Manuhutu, berada di Jakarta.
Ia menerima kabar sekitar pukul 11.00 Wita.
Awalnya disebut dibawa ke rumah sakit.
Tak lama kemudian, dinyatakan meninggal.
“Kalau polisi menembak kan ke atas, kenapa anakku bisa kena?” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Ia meminta jenazah diautopsi.
Keluarga sempat mendokumentasikan memar di wajah korban.
Dua Peristiwa
Dalam rentang waktu berdekatan, dua nyawa melayang dalam peristiwa yang melibatkan aparat.
Satu di asrama kepolisian.
Satu di jalan raya.
Publik kini menunggu proses hukum berjalan transparan.
Apakah ini sekadar insiden?. (*)
| Muhammad Dahlan Pimpin Asmindo Sulsel, Siap Dongkrak Daya Saing Industri Mebel |
|
|---|
| Dosen Polimedia Makassar Kembangkan Aplikasi Stunting Care Lewat Fitur Jajanan Sehat Remaja Putri |
|
|---|
| Munafri Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,1 Miliar di Sangkarrang |
|
|---|
| Lahan Makam Makassar Kian Langka, Sudiang Memorial Park Hadir dengan Konsep Eksklusif Syar’i |
|
|---|
| Pete-pete Laut Akhirnya Berlayar, Warga Kepulauan Makassar Kini Bisa Menyeberang Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/POLISI-TEMBAK-WARGA-Kapolrestabes-Makassar-Kombes-Arya-Perdana.jpg)