Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

'Medali Emas Barcelona' AGH Ambo Dalle untuk Jenderal Tri Sutrisno

Salah satunya, tasbih dari pendiri Darul Dakwah wal Irsyad (DDI), Anre Gurutta Haji (AGH) Abdul Rahman Ambo Dalle (1900-1996).

Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Ist
TRY SUTRISNO WAFAT - KH Abdul Rahman Ambo Dalle dan Try Sutrisno. Ambo Dalle punya kedekatan khusus dengan Try Sutrisno. 

Bahkan, medali emas pertama Indonesia di Olimpiade diraih dari cabang bulu tangkis.

Pemain tunggal putri Susi Susanti dan Alan Budikusuma (tunggal putra), persembahkan dua emas di Olimpiade Barcelona 1992. Keduanya lalu dijuluki “pengantin olimpiade Barcelona.”

Aksa bercerita, saat olimpiade 1992 itulah, Try Sutrisno selalu membawa tasbih pemberian gurutta.

Olimpiade digelar mulai 25 Juli hingga 9 Agustus 1992.

Perlawanan Alan Budikusuma, kala itu, lebih ringan. Pasalnya, tim putra all indonesian final. Alan melawan rekannya, Ardi B Wiranata.

Namun di final tunggal putri, Susi melawan andalan tangguh Korea Selatan, Bang Soo Hyun. Perjuangan berat dimulai di babak kedua.

“Poinnya kejar-kejaran, Susi menang dulu set pertama, lalu kalah set kedua, saat itu, Pak Try katanya hanya terus pegang tasbih pemberian Gurutta,” ujar Aksa mengisahkan pengalaman ‘spiritual’ tasbih Barcelona itu” dari Try Sutrisno, saat bertemu awal dekade 2000-an di Jakarta.

Sebelumnya, kata Aksa, sekitar 1995 hingga 1996, Gurutta AmBo Dalle, juga pernah menceritakan ini ke Aksa, saat proses masa pengobatan rutin Gurutta di Makassar.

Aksa menyebut, bersama Gubernur Sulsel HZB Palaguna, dia mendapat tanggung jawab untuk menemani masa pengobatan Gurutta selama di Makassar.

“Pak Try selalu mengontrol kesehatan Gurutta melalui Pak Palaguna,” ujar Aksa. Dari “pengantin olimpiade Barcelona.

Try berada di barisan penonton VVIP di gelanggang badminton. Sedangkan, pelatih tim putri,  Liong Chiu Shia, di bench pinggir lapangan.

Setelah memastikan dua emas dari cabang badminton, Try Sutrisno, langsung menelpon Gurutta Ambo Dalle di Pinrang.

Bagi Indonesia, emas dari pengantin olimpiade Barcelona itu, monumental dan bersejarah. Indonesia pertama kali mengikuti Olimpiade di Helsinki, Finlandia tahun 1952.

Namun, medali itu diraih setelah 40 tahun partisipasi Indonesia di Olimpiade.

Perjuangan Indonesia meraih emas itu, juga disaksikan melalui siaran langsung TVRI di Tanah Air.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved