Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Menhub ke Sulsel Urus Pasar Tumpah

Dudy mengevaluasi keberadaan pasar tumpah menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sulsel.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
HEADLINE TRIBUN - Headline Tribun Timur edisi Sabtu (28/2/2026). Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengevaluasi keberadaan pasar tumpah menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sulsel. 
Ringkasan Berita:
  • Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih silih berganti mengunjungi Sulawesi Selatan. 
  • Terbaru, Jumat (27/2/2026), Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke Makassar untuk mengevaluasi pasar tumpah menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. 
  • Ia menyoroti dampak pasar tumpah terhadap kemacetan, risiko kecelakaan, serta lamanya waktu tempuh akibat aktivitas pedagang di bahu jalan dan parkir liar. 
 

TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih silih berganti ke Sulsel dalam beberapa pekan terakhir.

Terbaru, Jumat (27/2/2026), Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (55) berkunjung ke Kota Makassar.

Dudy mengevaluasi keberadaan pasar tumpah menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sulsel.

“Pasar tumpah seringkali menimbulkan kepadatan panjang saat saudara kita melakukan perjalanan pulang kampung,” kata Dudy.

Ia menyatakan, aktivitas pedagang di bahu jalan dan parkir sembarangan mempersempit badan jalan.

Kondisi itu memicu antrean panjang kendaraan di jalur mudik.

Pejalan kaki, pembeli, serta kendaraan yang keluar-masuk pasar juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya di jalur poros dengan kecepatan tinggi.

Kendaraan angkutan umum yang ngetem dan parkir liar turut membuat arus lalu lintas tidak teratur.

Baca juga: Menteri Larang Truk Tronton Beroperasi 19 - 29 Maret di Sulsel

Dampaknya kata Dudy, waktu tempuh menjadi lebih lama dan memicu kelelahan pengendara.

Selain itu, karena bersifat tidak permanen, pengelolaan sampah di pasar tumpah kerap tidak optimal.

Dudy pun mencatat sedikitnya tujuh titik pasar tumpah yang rawan menyebabkan kemacetan di jalur utama mudik.

Menteri Bergilir

Sehari sebelumnya, Kamis (26/2), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (57) hadir di Makassar.

Amran menjadi pembicara dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Makassar.

Sabtu (21/2), Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla (38) meninjau Koperasi Desa Bone di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Lalu pada Minggu (15/2), Menteri Agama Nasaruddin Umar (66) juga berada di Sulawesi Selatan.

Ia meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Pada Kamis (29/1), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (48) mengunjungi Kabupaten Maros.

Ia mengecek kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung.

Jumat (30/1), Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (45) juga mengunjungi Makassar.

Isyana meninjau Kampung Keluarga Berkualitas serta pelaksanaan Program MBG di ibu kota Sulsel.

Pasar Tumpah

Titik pertama, kata Menhub Dudy Purwagandhi berada di Pasar Mandai, perbatasan Makassar-Maros.

Lokasi ini krusial karena berada di jalur poros utama dan berdekatan dengan Simpang 5 Mandai.

Ruas ini merupakan urat nadi perekonomian sekaligus salah satu jalur terpadat di Indonesia Timur.

Setiap harinya, jalan ini dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga angkutan logistik berat.

Akses ini menghubungkan hingga 17 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, serta menjadi penghubung ke Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan sejumlah provinsi lainnya.

Data Dinas Perhubungan Maros menunjukkan, jumlah kendaraan yang melintas selama arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2025 lalu mencapai 1.135.267 unit.

Rinciannya, kendaraan dari arah Kabupaten Pangkep menuju Kota Makassar sebanyak 605.949 unit.

Jumlah itu terdiri dari 257.046 sepeda motor, 170.280 mobil, serta 178.623 truk atau bus.

Sementara dari arah Makassar menuju Pangkep tercatat 529.318 kendaraan. Rinciannya, 259.972 sepeda motor, 213.900 mobil, serta 55.446 bus atau truk.

Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.

Pada arus mudik dan balik tahun sebelumnya, total kendaraan melintas mencapai 1.215.210 unit.

Saat itu, dari arah Pangkep tercatat 541.594 kendaraan dan dari arah Makassar sebanyak 673.616 kendaraan.

Selanjutnya titik kedua, Pasar Tradisional Tompo di Kabupaten Barru serta Pasar Tumpah Poros Pallangga di Kabupaten Gowa.

Jalur Pallangga merupakan akses utama jalur selatan keluar dari Kota Makassar yang padat dilalui pemudik dari Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Sinjai sebagian.

Kemudian Pasar Lambocca di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Pasar ini berada di tepi jalan poros menuju Bulukumba dan rawan menimbulkan kemacetan akibat parkir kendaraan yang tidak teratur.

Titik berikutnya, Pasar Sentral Sam Ratulangi di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Dua titik lainnya berada di Makassar, yakni Pasar Kalimbu di Jl Veteran Utara, Kecamatan Bontoala serta Pasar Rakyat Tello di Kecamatan Manggala.

Dudy menekankan perlunya pengaturan parkir dan angkutan umum agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo menyatakan pihaknya akan menyiapkan posko terpadu di sejumlah titik rawan macet.

Posko difokuskan di arah keluar Kota Makassar, khususnya wilayah Kabupaten Maros dan Gowa.

Ia juga menyoroti simpang tiga di Maros yang saat musim mudik dapat mengalami kepadatan hingga berjam-jam.

Catatan dari Menhub Dudy ini segera ditindaklanjuti Dishub Sulsel melalui strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas jelang puncak arus mudik.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved