Ramadan Mengaji Ditutup Evaluasi Tahsin dan Tahfidz di Sekolah Sulsel
Setiap hari, pembelajaran keagamaan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Program Ramadan Mengaji tingkat SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Selatan (Sulsel) memasuki hari terakhir pada Jumat (27/2/2026).
Sejak Senin lalu, kegiatan ini menjadi agenda utama para siswa selama Ramadan.
Setiap hari, pembelajaran keagamaan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita.
Beragam materi diberikan, mulai dari belajar membaca Alquran, ceramah keagamaan, fikih ibadah, hingga kajian akhlak.
Di hari penutupan, siswa mengikuti rangkaian evaluasi.
Pukul 08.00–09.15 Wita dilaksanakan tes tahsin dan tajwid.
Selama sepekan, siswa dibimbing memperbaiki serta menyempurnakan bacaan Alquran sesuai makhraj dan kaidah tajwid.
Tahsin merupakan proses memperindah dan meluruskan bacaan.
Sedangkan tajwid adalah aturan pelafalan huruf dan hukum bacaan guna menjaga keaslian makna ayat.
Selanjutnya pukul 09.15–10.30 Wita digelar penilaian tadarus secara individu.
Kemudian pukul 10.30–11.45 Wita, siswa menjalani ujian tahfidz dan murajaah, yakni evaluasi hafalan ayat Alquran dan hadis.
Kegiatan ditutup dengan refleksi dan muhasabah.
Kepala SMAN 2 Makassar, Syafruddin, menilai Ramadan Mengaji memberi dampak positif bagi siswa, tidak hanya pada kemampuan membaca Alquran, tetapi juga pembentukan karakter.
“Sebagai kepala sekolah, saya meyakini pendidikan sejati adalah yang menyentuh hati. Akademik penting, tetapi karakter dan spiritualitas adalah fondasinya,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (26/2/2026).
Ia mengatakan siswa dibiasakan membaca, memahami, dan mentadabburi Alquran secara terarah agar nilai-nilainya menjadi pedoman hidup, tidak hanya selama Ramadan.
Senada, Kepala SMAN 1 Makassar, Sulihin Mustafa, menyebut pelaksanaan Ramadan Mengaji berjalan sesuai petunjuk teknis Dinas Pendidikan Sulsel, meski ada penyesuaian teknis di sekolah.
“Karena jumlah siswa cukup banyak dan tidak ada ruangan yang menampung secara keseluruhan, sebagian materi dilaksanakan di kelas masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 5 Makassar, Sudirman, mengatakan kegiatan tetap berlangsung tertib meski sempat terkendala cuaca.
“Beberapa siswa tidak hadir karena terdampak banjir. Namun secara umum, kegiatan berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Menurutnya, program ini efektif memperkuat pemahaman agama, meningkatkan kefasihan membaca Alquran, serta membentuk akhlak dan kedisiplinan siswa.
Hari terakhir Ramadan Mengaji pun menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas pembelajaran keagamaan yang telah dijalani selama sepekan.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Parepare Kloter Akhir, Pinrang Tiga Gelombang |
|
|---|
| Sampai Jumpa di Luwu Timur 2028, Maros Juara Umum MTQ Sulsel |
|
|---|
| UMI Gandeng Kemendiktisaintek dan PT Telkom Gelar Workshop Peningkatan Dampak Riset |
|
|---|
| Andi Syahrum Makkuradde Jabat Plt Dirut PDAM Makassar, Munafri: Punya Jam Terbang Birokrasi |
|
|---|
| Anak Bupati Jeneponto Diduga Aniaya Perempuan di Makassar, Polisi: Kita Tunggu Hasil Visum Pelapor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-Ramadan-Mengaji-di-SMAN-2-Makassar.jpg)