Makassar Mulia

Andi Syahrum Makkuradde Jabat Plt Dirut PDAM Makassar, Munafri: Punya Jam Terbang Birokrasi 

Tribun-timur.com
PDAM MAKASSAR - Andi Syahrum Makkuradde ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Makassar menggantikan Hamzah Ahmad. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membeberkan alasan memilih Andi Syahrum, yakni faktor pengalaman dan senioritas. 

 

 


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membeberkan alasan di balik penunjukan Andi Syahrum Makkuradde sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Makassar.

Penunjukan tersebut dilakukan di tengah kebutuhan percepatan perbaikan layanan air bersih, khususnya di wilayah utara kota.

Munafri menegaskan, faktor pengalaman menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang akan memimpin sementara PDAM.

“Yang paling pertama, sebagai seorang yang lebih senior,” ujar Munafri di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (20/4/2026). 

Ia menilai, senioritas penting untuk memastikan kepemimpinan yang matang dalam situasi transisi.

Baca juga: Plt Dirut PDAM Makassar Hamzah Ahmad Diganti, Munafri Arifuddin: Masa Jabatan Habis

Selain itu, pengalaman panjang di birokrasi juga menjadi nilai lebih bagi Syahrum.

“Dia punya pengalaman birokrasi yang baik,” lanjutnya.

Menurut Munafri, rekam jejak tersebut dibutuhkan untuk mengelola perusahaan daerah yang tengah menghadapi berbagai persoalan teknis.

Tak hanya itu, pengalaman memimpin lembaga juga menjadi pertimbangan penting.

Diketahui, Andi Syahrum menjabat Dewan Pembina Elang Timur Indonesia. 

Merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan, serta pendampingan hukum, yang dirancang sebagai mitra strategis pemerintah untuk menjaga integritas dan harmoni sosial. 

Ia meyakini kemampuan manajerial tersebut dapat membantu mempercepat pembenahan internal PDAM.

Baca juga: Hamzah Ahmad Masih Berpeluang Kembali Jadi Dirut PDAM

Munafri pun menyebut Syahrum sebagai figur yang tepat untuk posisi strategis tersebut.

“Saya pikir Pak Syahrum sangat tepat untuk di posisi itu,” tegasnya.

Penunjukan ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan layanan air bersih yang masih dikeluhkan masyarakat.

Terutama terkait distribusi air ke wilayah utara Kota Makassar yang belum optimal.

Pemerintah kota ingin memastikan, kepemimpinan baru bisa langsung bekerja tanpa mengganggu layanan.

Dengan latar belakang pengalaman yang dimiliki, Syahrum diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong perbaikan kinerja PDAM secara cepat.

Meniti Karier di Birokrasi

Langkah Andi Syahrum di dunia pemerintahan dimulai dari jenjang birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Seperti kebanyakan aparatur sipil negara, ia meniti karier secara bertahap, memahami sistem dari level bawah hingga menengah.

Pengalaman ini membentuk pemahaman yang kuat terhadap tata kelola pemerintahan, terutama dalam pelayanan publik.

Kariernya kemudian mencapai titik penting saat dipercaya menjabat sebagai Camat Biringkanaya.

Sebagai Camat Biringkanaya, Andi Syahrum menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kecamatan terbesar dan paling padat di Makassar.

Beragam persoalan muncul, mulai dari kependudukan, infrastruktur, hingga layanan dasar seperti air bersih.

Di posisi ini, ia dituntut mampu menjadi pemimpin yang responsif sekaligus solutif.

Pengalaman langsung berhadapan dengan keluhan masyarakat menjadi sekolah kepemimpinan yang sesungguhnya.

Di sinilah ia dikenal sebagai figur yang dekat dengan warga dan memahami kebutuhan riil di lapangan.

Masuk Lingkaran Pengawasan PDAM

Perjalanan kariernya berlanjut ketika ia dipercaya masuk ke jajaran Dewan Pengawas PDAM Makassar.

Ia dilantik pada 7 Oktober 2025 di Balai Kota Makassar.

Sebagai Dewas, ia tidak lagi berada di garis depan pelayanan, tetapi berperan dalam fungsi pengawasan.

Ia ikut mengawal kinerja perusahaan, mengevaluasi kebijakan, hingga memastikan layanan berjalan sesuai standar.

Pengalaman ini memberinya gambaran utuh tentang persoalan internal PDAM.

Mulai dari distribusi air, manajemen jaringan, hingga keluhan pelanggan yang selama ini kerap muncul.

Dari posisi pengawas, Andi Syahrum kini naik ke level pengambil kebijakan utama.

Ia dipercaya menjadi Direktur Utama PDAM Makassar menggantikan Hamzah Ahmad.

Keputusan ini diambil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang tidak lagi memperpanjang masa jabatan Plt sebelumnya.

Peralihan ini menjadi momentum penting bagi PDAM Makassar untuk melakukan pembenahan.

Sebagai Dirut, Andi Syahrum menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

PDAM Makassar selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Keluhan soal air tidak mengalir, tekanan rendah, hingga kualitas air masih menjadi masalah klasik.

Selain itu, persoalan kebocoran jaringan dan pemerataan distribusi juga menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. (*)