545 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, warga bahkan sahur di lokasi pengungsian.
“Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Selain evakuasi, petugas juga melakukan asesmen cepat untuk memastikan tidak ada korban jiwa.
BPBD terus memantau tinggi muka air melalui sistem Early Warning System (EWS) dan Automatic Water Level Recorder (AWLR).
Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan telah disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan debit air.
BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Peringatan dini tersebut berlaku mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Potensi tersebut meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.
“Potensi cuaca ekstrem dipicu oleh meningkatnya curah hujan signifikan di sejumlah wilayah Sulsel pada akhir Februari,” kata Nasrol.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, kondisi ini dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.
Sementara hujan sedang hingga lebat diprediksi melanda Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Selain hujan lebat, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, dan Jeneponto.
Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan infrastruktur dan tata kelola sumber daya air berfungsi optimal.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, menghindari area rawan bencana, serta aktif memantau informasi cuaca dari BMKG dan instansi terkait.(ami/mba)
| Dosen Polimedia Makassar Kembangkan Aplikasi Stunting Care Lewat Fitur Jajanan Sehat Remaja Putri |
|
|---|
| Munafri Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,1 Miliar di Sangkarrang |
|
|---|
| Lahan Makam Makassar Kian Langka, Sudiang Memorial Park Hadir dengan Konsep Eksklusif Syar’i |
|
|---|
| Pete-pete Laut Akhirnya Berlayar, Warga Kepulauan Makassar Kini Bisa Menyeberang Gratis |
|
|---|
| Appi Blusukan ke Pulau, Salurkan Bantuan hingga Cek Layanan KTP dan Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MAKASSAR-BANJIR-Kondisi-banjir-setinggi-70-cm.jpg)