TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok Herni dikenal sederhana dan dekat dengan warganya.
Perempuan kelahiran Kendari, 27 Juni 1987 ini kini menjabat sebagai Ketua RT 003 RW 002 Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Herni mulai menetap di Kelurahan Kalukuang, tepatnya Jalan Datuk Fatimah sejak tahun 2000.
Ia memimpin wilayah kecil dengan jumlah 33 kepala keluarga.
Karena jumlah warganya tidak banyak, ia mengaku hampir mengenal seluruh warganya secara personal.
“Saya kenalmi semua, biar tutup mata,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (25/2/2026).
Perjalanan hidup Herni terbilang sederhana. Ia menyelesaikan pendidikan terakhir di SMA Hang Tuah Makassar.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja di usaha laundry.
Usaha tersebut telah ia jalani selama delapan tahun terakhir.
Sebelum bekerja di usaha laundry, Herni pernah bekerja di Makassar Town Square (MTC) sebagai penjual sepatu selama kurang lebih empat tahun.
Pengalaman itu menjadi bekalnya dalam berinteraksi dan melayani masyarakat.
Meski bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 Wita, ia memastikan tanggung jawab sebagai Ketua RT tidak pernah terabaikan.
“Alhamdulillah tidak mengganggu. Malah saya lebih banyak waktu untuk warga. Setiap ada kesempatan saya turun cek kondisi lingkungan,” katanya.
Herni dipercaya menjadi Ketua RT setelah diminta langsung oleh warga. Saat proses pemilihan, ia menjadi calon tunggal sehingga terpilih secara aklamasi.
“Warga yang ajukan saya. Waktu itu tidak ada calon lain,” tuturnya.
Meski sempat mengalami masa pembekuan jabatan selama sembilan bulan, kini ia kembali melanjutkan kepemimpinannya dan menyebut periode saat ini sebagai periode pertamanya secara penuh.
Mayoritas warga di wilayah Herni adalah bekerja sebagai pedagang di pasar Kalukuang.
Sebagai pemimpin lingkungan yang mayoritas warganya berprofesi sebagai pedagang dan pelaku UMKM di pasar, Herni memilih fokus pada persoalan mendasar, yakni kebersihan.
“Program kerja saya sederhana, menjaga kebersihan. Warga kerja bakti masing-masing di depan rumahnya. Saya juga sering kasih hadiah untuk yang rajin,” jelasnya.
Namun di balik upaya tersebut, wilayahnya masih menghadapi persoalan klasik, yakni banjir saat hujan deras mengguyur beberapa hari berturut-turut. Air kerap masuk ke rumah warga akibat drainase yang tersumbat.
“Kalau hujan beberapa hari pasti masuk air. Saluran pembuangan di belakang tersumbat, apalagi banyak yang jual kelapa jadi limbahnya ikut menyumbat,” ungkap Herni.
Ia mengaku telah mengusulkan perbaikan drainase. Namun, rencana tersebut terkendala karena saluran air bersinggungan dengan area pasar sehingga menyangkut kewenangan yang berbeda.
“Sudah saya usulkan, tapi katanya itu masuk wilayah pasar,” katanya.
Selain banjir, ia juga menyoroti persoalan tunggakan iuran sampah yang menurutnya merupakan sisa dari masa penjabat sebelumnya.
Beban administrasi itu kini harus ia selesaikan sebagai pengurus RT yang baru.
Meski demikian, ia memastikan kondisi keamanan di wilayahnya relatif kondusif.
Warga juga menurutnya mengusulkan pengaktifan CCTV sebagai langkah antisipasi tindak kriminalitas.
“Itu memang aspirasi masyarakat, supaya lebih aman dan bisa meminimalisir kejahatan,” ujarnya.
Di sela kesibukannya bekerja, Herni tetap berusaha hadir untuk warganya.
Baginya, menjadi Ketua RT bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan tempat ia tinggal dan dibesarkan selama lebih dari dua dekade.
PROFIL
Herni
Jabatan: Ketua RT 003 RW 002 Kelurahan Kalukuang
Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 27 Juni 1987
Alamat: Jalan Datuk Fatimah Nomor 120
Pendidikan terakhir: SMA Hang Tuah Makassar
Pekerjaan: Kariawan Usaha Laundry
Agama: Islam
Hobi Olahraga