36,8 Persen Warga Tak Tahu Program Air Gratis, DPRD Makassar Bakal Panggil PDAM
Responden yang menyatakan tahu tercatat 32 persen, dan yang mengaku sangat tahu hanya 2,8 persen.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Tingkat pengetahuan masyarakat Kota Makassar terkait Program Sambungan PDAM Gratis masih tergolong rendah.
Berdasarkan hasil survei Parameter Publik Indonesia (PPI), sebanyak 36,8 persen responden mengaku tidak mengetahui adanya program tersebut.
Sebanyak 28,3 persen responden menyatakan kurang tahu.
Sementara itu, responden yang menyatakan tahu tercatat 32 persen, dan yang mengaku sangat tahu hanya 2,8 persen.
Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Komisi B DPRD Makassar Ismail mengatakan program pemasangan pipa gratis sebenarnya telah berjalan dengan baik dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.
Namun, hasil survei menjadi catatan penting bagi PDAM untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
“Mungkin ada survei kemarin yang menunjukkan sebagian masyarakat belum tahu tentang program ini, sehingga nanti menjadi tugas PDAM untuk melakukan sosialisasi,” katanya saat ditemui di Gedung Sementara DPRD Makassar, Senin (23/2/2026).
Ismail mengaku selama masa reses, dirinya aktif menggandeng PDAM untuk menyosialisasikan program tersebut.
Menurutnya, dari delapan titik reses, seluruhnya dihadiri pihak PDAM untuk menjelaskan kriteria dan aturan program penyambungan air gratis.
Salah satu syarat utama penerima manfaat adalah masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia juga menyebut wilayah Utara Kota Makassar menjadi prioritas karena masih banyak warga yang membutuhkan akses air bersih.
“Di wilayah Utara Kota Makassar, program ini sangat tertuju karena masih banyak warga yang memerlukan air bersih,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa regulasi terkait program tersebut telah disosialisasikan dalam berbagai kesempatan reses.
Kedepan, DPRD Makassar berencana memanggil jajaran direksi PDAM untuk memperkuat sosialisasi program.
“Rencananya, sebelum atau sesudah lebaran, kami akan memanggil pihak PDAM dan jajaran direksinya untuk menyosialisasikan kembali program ini karena Komisi B memang bermitra dengan PDAM,” jelasnya.
Ismail menambahkan, sepanjang tahun 2026, baru dua mitra Komisi B yang telah dipanggil dalam rapat kerja, yakni Bapenda dan PD Pasar.
Ia menyebut pihaknya sedang mengatur jadwal rapat kerja dengan mitra lainnya di Kota Makassar.
Direktur PPI Ras MD mengatakan tidak sampai 40 persen masyarakat mengetahui program sambungan PDAM gratis.
Data tersebut menunjukkan, meskipun program telah berjalan, informasi pelaksanaannya belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Meski tingkat pengetahuan masih rendah, tingkat kepuasan publik terhadap program ini cukup positif.
Sebanyak 57,9 persen responden menyatakan puas, dengan rincian 11 persen sangat puas dan 46,9 persen cukup puas.
Di sisi lain, 20,6 persen responden menyatakan kurang puas, 5,7 persen tidak puas sama sekali.
Sementara 15,8 persen lainnya tidak mengetahui atau tidak menjawab.
“Kategori publik masih menyambut positif program ini. Namun ada hal teknis yang perlu dibenahi oleh pelaksana terkait program PDAM gratis,” kata Ras.
Pihak PDAM belum merespon saat dikonfirmasi. (*)
| BPS Sebar 8.776 Petugas Sensus Ekonomi se-Sulsel |
|
|---|
| Comeback Latih PSM Makassar, Darije Kalezic: Rasanya Seperti Pulang ke Rumah |
|
|---|
| BYD Haka Karebosi Buka Pemesanan BYD M6 DM, Sekali Isi BBM Bisa Tempuh 1.800 Km |
|
|---|
| Kloter 12 Sulbar Tiba Subuh Hari Dengan Jumlah Utuh di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| DPRD Makassar Dukung Appi Ganti RT/RW Tak Aktif, Minta BPM Susun Standar Kinerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/AIR-BERSIH-Ketua-Komisi-B-DPRD-Makassar-Ismail-saat.jpg)