Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Anggota DPRD Makassar Curiga Ada Aktor di Balik Maraknya Anjal dan Gepeng Selama Ramadan

Namun, jumlahnya dinilai semakin masif setiap memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR/Makmur
DPRD MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli. ‎Menurutnya, fenomena anak jalanan dan pengemis bukanlah hal baru di Kota Makassar. 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menyelidiki lebih dalam asal-usul anak jalanan dan pengemis yang terjaring razia penyakit sosial selama Ramadan.

‎Menurutnya, fenomena anak jalanan dan pengemis bukanlah hal baru di Kota Makassar.

Namun, jumlahnya dinilai semakin masif setiap memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

‎“Fenomena ini sudah lama terjadi dan menjadi PR kita bersama. Bukan hanya saat puasa atau mau Lebaran, tapi memang ada terus,” ujarnya.

‎Fasruddin menduga ada pihak tertentu yang mengoordinir keberadaan para pengemis tersebut, sehingga jumlahnya terlihat terorganisir di sejumlah titik strategis.

‎“Saya curiga ada yang menggerakkan dan mengoordinir. Karena mereka ini munculnya masif sekali, terutama di bulan Ramadan,” katanya.

‎Ia meminta agar setiap orang yang terjaring razia tidak hanya didata, tetapi juga diinterogasi secara mendalam untuk mengetahui asal daerah dan kemungkinan adanya pihak yang mengendalikan.

‎“Kalau ditangkap, harus diinterogasi dengan baik. Dari mana asalnya, siapa yang suruh, apakah masih sekolah atau tidak. Itu penting untuk evaluasi pemerintah kota,” tegasnya.

‎Fasruddin mengaku melihat langsung aktivitas pengemis yang dinilai mencurigakan di beberapa titik lampu merah dan kawasan masjid besar di Makassar.

‎Seperti di kawasan Panakkukang, Pengayoman, Sungai Saddang hingga sekitar masjid-masjid besar, ia menduga ada pihak yang menjemput dan menurunkan mereka di lokasi tertentu.

‎“Seperti ada yang mengantar dan menjemput. Ini perlu pendalaman lebih lanjut oleh Dinas Sosial,” ujarnya.

‎Ia juga menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan, terutama bagi pengguna jalan. Keberadaan anak-anak yang meminta-minta di lampu merah dinilai rawan kecelakaan.

‎“Kita khawatir ada warga yang tertabrak atau menabrak anak-anak itu. Padahal pemerintah sudah gencar melakukan penertiban,” katanya.

‎Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada citra Makassar sebagai kota metropolitan jika tidak ditangani serius.

‎Fasruddin menegaskan, Pemerintah Kota Makassar perlu melakukan kajian lebih komprehensif agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun.

‎Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung di jalan.

‎“Walaupun niatnya sedekah, kalau terus diberi di jalan, mereka akan terus turun. Ini harus kita hentikan bersama,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, sudah ada peraturan daerah yang mengatur terkait penanganan gelandangan dan pengemis.

‎Karena itu, ia mendorong Dinas Sosial untuk melakukan penertiban yang lebih tegas disertai pendalaman dan pendataan menyeluruh.

‎“Saya minta pemerintah kota, khususnya Dinas Sosial, lakukan pendalaman dan interogasi secara serius agar praktik seperti ini tidak terus terjadi,” ucapnya.
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved