Titik Kumpul Anjal dan Pengemis Terbongkar, Camat se-Makassar Diminta Bergerak Cepat
Camat diminta turun langsung sebagai garda terdepan mengantisipasi lonjakan masalah sosial tersebut.
Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufrie, menambahkan bahwa penanganan ketenteraman dan ketertiban umum tidak mungkin dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja.
Ia mencontohkan kasus pemulung di kawasan Kimia Farma, Kecamatan Ujung Pandang.
Awalnya hanya mengais barang bekas.
Namun kemudian berkembang menjadi aktivitas mengemis dengan melibatkan keluarga.
“Atas arahan langsung Wali Kota, kami bersama kecamatan dan Satpol PP melakukan penjangkauan pada Minggu malam,” ujarnya.
Mereka kemudian dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) untuk dilakukan asesmen.
Dari hasil pendataan, diketahui yang bersangkutan mengontrak di wilayah Sinassara dan telah menandatangani surat pernyataan.
Menurut Andi Bukti, camat dan seksi ketenteraman dan ketertiban (trantib) perlu memahami alur penanganan agar koordinasi ke depan semakin efektif.
Ia juga mengungkapkan informasi dari sejumlah NGO bahwa anjal dan gepeng diduga memiliki titik-titik penampungan di kecamatan tertentu, sebelum menyebar ke berbagai wilayah Kota Makassar menjelang waktu Magrib hingga salat Tarawih.
Sebagai langkah antisipasi, patroli penjangkauan ditingkatkan dari dua kali menjadi empat kali dalam sepekan selama Ramadan.
Sementara itu, Kasatpol PP Makassar menyatakan kesiapan mendukung kecamatan melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO).
Camat dipersilakan langsung menggerakkan personel, dan bila skala penanganan besar dapat meminta tambahan dari markas komando.
Ia juga menyoroti keterbatasan jumlah penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) serta pentingnya kehati-hatian dalam tindakan penertiban, termasuk penyitaan barang.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan penganggaran pendidikan serta pelatihan trantib perlu menjadi perhatian ke depan.
Di tingkat kecamatan, Camat Mamajang M Rizal mengaku telah mengambil langkah cepat menyikapi laporan keberadaan pemulung di kawasan Jalan Veteran.
| Ada Apa Victor Luiz? PSM Makassar Kebobolan 2 Laga Beruntun dari Sektor Kiri |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok Turun di Pasar Terong Makassar, Cabai Rawit Rp45 Ribu per Kg |
|
|---|
| 2 Pencuri Baterai Provider Internet Lintas Kabupaten di Sulsel Ditangkap di Makassar |
|
|---|
| Profil Wasit M Erfan Efendi: Dua Kali Beri Kartu Merah Syahrul Lasinari dan Sekali Ananda Raehan |
|
|---|
| Barisan Pemuka Agama Laporkan Penyebar Potongan Video Jusuf Kalla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Camat-diminta-turun-tangan-atasi-anjal-hingga-pengemis.jpg)