Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 1447 H

NU Sulsel Siapkan Agenda Dakwah dan Ratusan Muballigh Selama Ramadan

Selain memastikan keseragaman awal puasa, NU Sulsel turut mematangkan berbagai agenda selama Ramadan.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
RAMADAN 1447 H - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Prof Dr H Muammar Muhammad Bakry kala dikukuhkan sebagai guru besar UIN Alauddin Makassar di Auditorium Kampus II UIN. Wakil Ketua NU Sulsel itu ungkap rangkaian kegiatan NU selama Ramadan  

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR – Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan (NU Sulsel) memastikan kesiapan penuh selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Beragam agenda dakwah serta ratusan muballigh disiapkan untuk diterjunkan ke seluruh kabupaten dan kota di Sulsel. 

Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Sulsel, Prof Muammar Bakry, mengatakan NU Sulsel konsisten mengacu pada keputusan pemerintah dalam penetapan awal puasa. 

Setelah pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, NU mulai menjalankan ibadah tarawih malam ini.

“Malam ini kita sudah melaksanakan tarawih. Untuk puasa, NU memang ikut pemerintah,” ujar Prof Muammar, Rabu (18/2/2026).

Selain memastikan keseragaman awal puasa, NU Sulsel turut mematangkan berbagai agenda selama Ramadan. 

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mengusung konsep syiar dakwah yang inklusif, kultural, dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). 

Konsep ini tujuannya memuliakan bulan Ramadan sekaligus memperkuat tradisi dakwah NU di tengah masyarakat.

“Selama Ramadan, banyak syiar yang dilakukan NU. Salah satunya ceramah sebelum salat tarawih. Meskipun ada yang menyebut sebagai bid’ah karena tidak dilakukan Nabi, bagi NU hal itu baik dan positif untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat,” jelasnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, NU Sulsel menyiapkan ratusan muballigh yang akan bertugas di masjid, musala, dan majelis taklim di berbagai daerah. 

Setiap pengurus NU kabupaten/kota bertanggung jawab menyiapkan muballigh di wilayahnya masing-masing. 

Menurut Prof Muammar, pola penugasan muballigh Ramadan 2026 relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan penyesuaian kebutuhan di setiap wilayah.

Tak hanya dakwah, NU Sulsel juga menyiapkan kegiatan sosial, seperti pengajian rutin, tadarus Al-Qur’an, santunan anak yatim, hingga buka puasa bersama masyarakat kurang mampu. 

Seluruh rangkaian kegiatan ini dijalankan dengan prinsip moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap budaya lokal selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Ramadan adalah momentum memperkuat iman, menyebarkan dakwah moderat, dan membangun kebersamaan. NU senantiasa memanfaatkan bulan suci ini untuk menebar kebaikan,” tegas Prof Muammar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved