TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ketua RT Kunjung Mae, Arfan Mayo, berinisiatif membuat tempat pengolahan sampah organik berupa komposter.
Komposter tersebut ditempatkan di sudut Lorong 31, Jalan Cendrawasih, Kota Makassar, yang masuk dalam wilayahnya.
Keberadaan komposter ini menjadi bagian dari upaya Arfan mendorong pengelolaan sampah yang tertata.
Menurut Arfan, komposter tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sampah organik, tetapi juga sebagai sarana pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.
Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh warga untuk tanaman di halaman rumah.
Komposter sampah organik ini dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan.
Bahan utama yang digunakan adalah drum bekas yang dimodifikasi agar dapat berfungsi sebagai wadah pengolahan sampah.
Selain drum bekas, Arfan juga menggunakan penutup kran dan saringan sebagai bagian dari sistem komposter.
Arfan mengatakan penggunaan bahan bekas bertujuan untuk menekan biaya sekaligus memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai.
Ke depan, Arfan berencana membuat komposter sampah untuk setiap rumah warga di wilayahnya.
Komposter yang akan dibagikan kepada warga tersebut nantinya berukuran lebih kecil dibandingkan komposter yang ditempatkan di lorong.
“Terbuat dari ember kecil atau galon bekas,” ujar Arfan kepada Tribun-Timur.Com, Kamis (5/2/2026).
Sebelum membuat komposter sampah organik, Arfan juga telah menyediakan tempat sampah anorganik di beberapa titik wilayahnya.
"Sampah dikelola dengan baik, dipisah, dipilah sejak dari rumah," ucapnya.
Arfan berharap, dengan tersedianya fasilitas pengelolaan sampah tersebut, warga semakin tertib dalam mengelola sampahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan warga dalam memilah dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya demi menjaga kebersihan lingkungan.(*)