Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KUR BRI

Aturan Baru dan Tabel KUR BRI 2026, Pinjam Rp100 Juta Lebih Mudah

Data Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM, dan Perindustrian (Koperindag) Luwu Timur mencatat, BRI menjadi penyalur KUR terbesar.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KUR BRI 2026 - Ilustrasi pinjaman KUR BRI 2026. Data Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM, dan Perindustrian (Koperindag) Luwu Timur mencatat, BRI menjadi penyalur KUR terbesar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengalir deras.

2025, total nilai akad KUR yang disalurkan melalui tiga bank penyalur utama menembus lebih dari Rp620 miliar.

Tiga bank itu adalah BRI, BPD Sulselbar, dan BNI.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan satu pengawasan harus diperketat.

Pengawasan dilakukan agar KUR benar-benar mendorong UMKM naik kelas, bukan justru melenceng ke konsumsi.

Data Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM, dan Perindustrian (Koperindag) Luwu Timur mencatat, BRI menjadi penyalur KUR terbesar.

Pada segmen mikro, BRI menyalurkan KUR kepada 9.689 debitur dengan nilai akad Rp506,21 miliar dan outstanding Rp405,80 miliar.

Sementara di segmen kecil, BRI membiayai 255 debitur dengan nilai akad Rp80,56 miliar dan outstanding Rp69,81 miliar.

BPD Sulselbar menyalurkan KUR mikro kepada 33 debitur senilai Rp2,21 miliar, dengan outstanding Rp1,80 miliar.

Pada segmen kecil, BPD Sulselbar mencatat 51 debitur dengan nilai akad Rp16,32 miliar dan outstanding Rp14,76 miliar.

Adapun BNI menyalurkan KUR mikro kepada 10 debitur dengan nilai akad Rp670 juta dan outstanding Rp610,88 juta. 

Untuk KUR kecil, BNI membiayai 55 debitur dengan nilai akad Rp15,64 miliar dan outstanding Rp14,06 miliar.

Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry Oktavianus, mengatakan besarnya penyaluran KUR harus dibarengi pengawasan ketat di lapangan.

Tahun ini, pemerintah daerah bahkan menambah jumlah pendamping UMKM.

“Pengawasan kami lakukan dengan rutin turun langsung mengunjungi pelaku UMKM. Khusus tahun ini, pendamping kita bertambah dari satu menjadi empat orang,” ujar Senfry, kepada Tribun-Timur.com, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.47 Wita sore.

Menurut dia, tim pendamping akan  memanfaatkan momen kunjungan ke pelaku UMKM tersebut untuk memastikan dana KUR digunakan sesuai proposal usaha yang diajukan.

“Di sela-sela kunjungan, tentu kita kontrol dan pastikan KUR yang mereka dapatkan benar-benar sesuai kebutuhannya. Jangan sampai dipakai untuk konsumsi,” ungkapnya.

Pengawasan ini, lanjut Senfry, juga menjadi krusial di tengah maraknya judi online alias judol

Judol menyasar berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali pelaku usaha kecil.

“Kalau tidak dikontrol, ini bahaya. Kita khawatirnya justru mengarah ke judi online,” ujarnya.

Selain pengawasan dari pemerintah daerah, perbankan penyalur KUR juga memiliki pendamping masing-masing.

Kata Senfry, tantangannya kini adalah memperkuat koordinasi antara dinas dan pihak bank agar pengawasan berjalan seiring.

“Teman-teman perbankan juga punya pendamping. Tinggal kita mantapkan lagi koordinasinya. Idealnya mungkin tiga bulan sekali kita lakukan kontrol bersama,” bebernya.

Ia menegaskan, tujuan akhir penyaluran KUR bukan sekadar terserapnya anggaran, melainkan mendorong UMKM naik kelas. 

Karena itu, aspek peningkatan kualitas usaha juga menjadi perhatian dalam pendampingan.

“Kita tidak hanya lihat soal pembiayaan, tapi juga bagaimana UMKM bisa naik kelas. Misalnya dari sisi produksi, pengemasan, sampai kelengkapan seperti label halal,” ujarnya.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih didominasi segmen mikro.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat, hingga 31 Desember 2025, KUR Mikro mencapai Rp13,18 triliun.

Angka itu setara 78,28 persen dari total penyaluran KUR, dengan jumlah debitur 262.941 orang.

Sementara KUR Kecil tercatat sebesar Rp3,339 triliun.

Penyaluran KUR Supply Rumah mencapai Rp210 miliar dan Demand Rumah Rp53 miliar.

Adapun KUR Khusus tercatat Rp37 miliar, KUR Super Mikro Rp16 miliar, dan KUR TKI Rp2 miliar.

Pengamat Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin, Dr Andi M Nur Bau Massepe, menilai dominasi KUR Mikro perlu diimbangi perhatian lebih pada pengembangan industri menengah.

Menurutnya, kebijakan pembiayaan yang terlalu terfokus pada usaha mikro berpotensi menghambat penguatan struktur industri nasional.

Ia menyebut industri menengah, seperti sektor pertanian, tekstil, dan industri pengolahan, justru memiliki peran strategis.

Industri menengah dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah dan nasional.

Namun, sektor ini masih relatif minim mendapat dukungan kebijakan, baik dari pemerintah maupun perbankan.

“Tentu UMKM, khususnya mikro, tetap penting. Tetapi ke depan perlu dipikirkan juga penguatan industri menengah agar struktur ekonomi kita tidak timpang,” kata Andi, Minggu (11/1/2026).

Ia juga menyoroti kebijakan perbankan yang saat ini cenderung diarahkan pada penyaluran KUR, terutama oleh bank-bank Himbara.

Menurutnya, pemerintah perlu mendorong skema pembiayaan yang lebih berimbang agar industri menengah tidak terabaikan.

Penguatan industri menengah, kata dia, bukan untuk mengesampingkan UMKM.

Langkah itu justru penting untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan, khususnya di Sulsel.

Sebelumnya, OJK Sulselbar mencatat hingga 31 Desember 2025, penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp16,83 triliun kepada 283.989 debitur.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyebut dominasi segmen mikro menandakan efektivitas KUR sebagai penguat ekonomi kerakyatan.

Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta

Berikut ini tabel KUR BRI 2026 pinjaman Rp100 juta lengkap dengan simulasi cicilan hingga tenor 5 tahun. 

Perhitungan ini mengacu pada suku bunga KUR sebesar 6 persen efektif per tahun.

Dikutip dari informasi resmi Bank BRI, berikut simulasi cicilan KUR BRI 2026 untuk pinjaman Rp100 juta:

Perlu diperhatikan, nominal cicilan dalam tabel KUR BRI 2026 pinjaman Rp100 juta di atas bersifat estimasi.

Besaran cicilan riil dapat sedikit berbeda, tergantung pada biaya administrasi serta hasil analisis kredit dari pihak bank.

Sebagai informasi, Bank BRI menyediakan fasilitas KUR dengan plafon pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga ratusan juta rupiah, sesuai dengan ketentuan dan kelayakan debitur.

BRI juga menyediakan KUR dengan plafon mulai dari Rp 1 juta. 

Berikut simulasi cicilan KUR BRI 2026 untuk pinjaman di bawah Rp 100 juta.

Pinjaman Rp 1 Juta

12 bulan: Rp 88.333
18 bulan: Rp 60.556
24 bulan: Rp 46.667
36 bulan: Rp 32.778
48 bulan: Rp 25.833
60 bulan: Rp 21.667

Pinjaman Rp 10 Juta

12 bulan: Rp 883.333
18 bulan: Rp 605.556
24 bulan: Rp 466.667
36 bulan: Rp 327.778
48 bulan: Rp 258.333
60 bulan: Rp 216.667

Pinjaman Rp 20 Juta

12 bulan: Rp 1.766.667
18 bulan: Rp 1.211.111
24 bulan: Rp 933.333
36 bulan: Rp 655.556
48 bulan: Rp 516.667
60 bulan: Rp 433.333

Pinjaman Rp 30 Juta

12 bulan: Rp 2.650.000
18 bulan: Rp 1.816.667
24 bulan: Rp 1.400.000
36 bulan: Rp 983.333
48 bulan: Rp 775.000
60 bulan: Rp 650.000

Pinjaman Rp 40 Juta

12 bulan: Rp 3.533.333
18 bulan: Rp 2.422.222
24 bulan: Rp 1.866.667
36 bulan: Rp 1.311.111
48 bulan: Rp 1.033.333
60 bulan: Rp 866.667
 
Pinjaman Rp 50 juta

12 bulan: Rp 4.416.667
18 bulan: Rp 3.027.778
24 bulan: Rp 2.333.333
36 bulan: Rp 1.638.889
48 bulan: Rp 1.291.667
60 bulan: Rp 1.083.333

Pinjaman Rp 60 juta

12 bulan: Rp 5.300.000
18 bulan: Rp 3.633.333
24 bulan: Rp 2.800.000
36 bulan: Rp 1.966.667
48 bulan: Rp 1.550.000
60 bulan: Rp 1.300.000

Pinjaman Rp 70 juta

12 bulan: Rp 6.183.333
18 bulan: Rp 4.238.889
24 bulan: Rp 3.266.667
36 bulan: Rp 2.294.444
48 bulan: Rp 1.808.333
60 bulan: Rp 1.516.667

Pinjaman Rp 80 juta

12 bulan: Rp 7.066.667
18 bulan: Rp 4.844.444
24 bulan: Rp 3.733.333
36 bulan: Rp 2.622.222
48 bulan: Rp 2.066.667
60 bulan: Rp 1.733.333

Pinjaman Rp 90 juta

12 bulan: Rp 7.950.000
18 bulan: Rp 5.450.000
24 bulan: Rp 4.200.000
36 bulan: Rp 2.950.000
48 bulan: Rp 2.325.000
60 bulan: Rp 1.950.000

Pinjaman Rp100 juta

12 bulan: Rp 8.833.333
18 bulan: Rp 6.055.556
24 bulan: Rp 4.666.667
36 bulan: Rp 3.277.778
48 bulan: Rp 2.583.333
60 bulan: Rp 2.166.667

Sebagai catatan, besaran cicilan KUR BRI 2026 dapat berubah menyesuaikan jenis KUR yang dipilih serta kebijakan internal bank.

Syarat KUR BRI 2026

Calon debitur yang ingin mengajukan KUR BRI perlu memenuhi beberapa persyaratan berikut:

-Warga Negara Indonesia (WNI), minimal usia 17 tahun atau sudah menikah

-Memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan

-Tidak sedang menerima kredit produktif lain, kecuali KPR, KKB, atau kartu kredit

-Menyiapkan e-KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pernikahan (jika ada)

-Memiliki NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha

-NPWP wajib bagi pengajuan pinjaman di atas Rp 50 juta

Pengajuan KUR BRI 2026 dapat dilakukan melalui kantor cabang BRI terdekat membawa syarat KUR BRI 2026 atau secara online menggunakan aplikasi BRImo.

Selanjutnya, bank akan melakukan verifikasi data dan survei usaha sebelum pencairan dana.

Itulah tabel KUR BRI 2026 pinjaman 100 juta beserta simulasi cicilan untuk berbagai tenor dan plafon.

Dengan memahami tabel angsuran sejak awal, pelaku UMKM dapat menentukan pilihan pinjaman yang paling sesuai dengan kondisi usaha dan kemampuan bayar.

Sebelum mengajukan, pastikan Anda membandingkan tenor serta nominal cicilan agar KUR BRI 2026 benar-benar menjadi solusi pengembangan usaha yang aman dan berkelanjutan. (Tribun-timur.com/Kompas.com )

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved