Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Saddam Musma, Sekcam Tamalate Makassar Sehari Hadapi 3-7 Aduan Sengketa Tanah

Saat itu, ia dilantik sebagai Lurah Barayya, juga di wilayah Kecamatan Bontoala.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SEKCAM TAMALATE - Sekretaris Camat Tamalate Saddam Musma ditemui di kantornya, Jl Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/1/2026). (Dok. Tribun-Timur.com/Muslimin Emba) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Inilah sosok Saddam Musma (34), Sekretaris Camat Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2015 ini, sudah tiga tahun terakhir menjabat Sekcam Tamalate.

Tamalate adalah satu dari 14 kecamatan yang ada di Kota Makassar.

Posisi Kecamatan Tamalate ini berada di wilayah selatan Kota Makassar berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Takalar.

Ada sekitar 200 ribu jiwa yang mendiami wilayah Kecamatan Tamalate ini.

Saddam Musma adalah sosok pamong yang dikenal ramah namun tegas.

Ia mengawali karirnya di pemerintahan dengan menjabat Sekretaris Lurah Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, pada 2016 lalu.

Memasuki tahun kedua pengabdian, tepar pada 2018, Saddam Musma mendapat promosi jabatan menjadi Lurah.

Saat itu, ia dilantik sebagai Lurah Barayya, juga di wilayah Kecamatan Bontoala.

Lebih kurang empat tahun menjabat Lurah Barayya, Saddam Musma kemudian dimutasi menjadi Lurah Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar (2022).

Setahu kemudian, tepatnya 2023, Saddam dipromosikan menjadi Sekcam Tamalate hingga sekarang.

Bagi Saddam Musma, ada ragam dinamika dalam menjalankan roda pemerintahan khususnya di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Dinamika itu, kata dia, tidak seragam.

Masing-masing wilayah punya karakteristik dan persoalan berbeda.

Seperti di Wilayah Kelurahan Barayya.

Saddam mengatakan dirinya yang menjabat lurah saat itu disibukkan dengan persoalan tawuran antar kelompok warga 

"Di situ (Kelurahan Barayya) tantangannya lebih bagaimana melakukan pendekatan dengan masyarakat dengan metode sentuh hati," kata Saddam Musma ditemui di kantornya, Jl Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (27/1/2026).

"Karena kenapa, mungkin ada yang kita kenal dengan peristiwa perang kelompok dan lain sebagainya itu biasa terjadi di daerah Barayya," lanjutnya.

Kondisi berbeda dihadapi saat menjabat Lurah Maccini Sombala pada 2022 lalu.

Saddam mengatakan, persoalan sosial warga kebanyakan didominasi kasus lahan atau sengketa tanah.

Persoalan dominan warga itu kata dia, dihadapinya hingga menjadi Sekcam Tamalate saat ini.

Meski demikian, lanjut Saddam, dirinya selalu mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur Restoratif Justice (RJ).

"Sejak lurah di kelurahan Maccini Sombala sampai sekarang itu kami selalu mengedepankan yang namanya restoratif justice," kata Saddam.

"Di mana restoratif justice tersebut selalu mengusung tema bahwa menyelesaikan persoalan di tingkat bawah," lanjutnya.

Ada beragam jenis persoalan lahan yang dihadapi di wilayah Tamalate.

Diantaranya terkait sengketa lahan, sengketa tanah, sengketa waris dan lain-lain.

"Terkait juga tentang semacam ada konflik internal antara tetangga satu dengan yang lain, kita selesaikan di dalam restoratif justice," ujarnya.

Salah satu persoalan sengketa lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Tamalate itu, adalah antara PT Hadji Kalla Vs GMTD.

Bahkan kasus itu sempat heboh di pemberitaan lantaran Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla turun langsung ke lokasi yang dipersoalkan.

Pada dasarnya kata Saddam, sengketa itu hadir dikarenakan adanya cacat prosedural atau kurangnya identifikasi dalam penerbitan alas hak ataupun hak milik .

"Itu yang terkadang terjadi. Dan kami dapati di setiap momen berbagai macam persoalan itu diantaranya adanya hak di atas satu bidang atau objek tanah itu ada dua orang sampai tiga orang yang mengklaim lokasi tersebut, lokasi yang sama," terang Saddam.

"Terus yang kedua ada satu atau satu bidang tanah diklaim berdasarkan hak pemilikan yang dianggap mereka sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional," lanjutnya.

Di lain sisi, persoalan sengketa juga kata dia terkadang terjadi di internal satu keluarga seperti sengketa waris.

Persoalan itu lanjut Saddam, muncul lantaran salah satu ahli waris tidak dilibatkan dalam proses proses pembelian atau proses pengalihan lahan tersebut.

Sebagai salah satu kecamatan terluas dari 14 kecamatan di Kota Makassar dengan penduduk 200 ribu jiwa, kata dia, persoalan sengketa lahan itu hampir tiap hari diadukan ke kantor Kecamatan Tamalate.

"Dalam sehari kami biasa menyelesaikan persoalan dan pengaduan dari warga itu biasa sampai 7 pengaduan dan biasa kami mengagendakan dalam satu minggu itu dua kali mediasi atau sampai bahkan tiga kali mediasi," ungkap Saddam 

"Dan didominasi terkait mengenai masalah sengketa lahan atau mengklaim suatu bidang tanah yang ada di wilayah kelurahan dan Kecamatan Tamalate," sambungnya.

Meski intensitas persoalan sengketa lahan itu cukup tinggi, pemerintah Kecamatan Tamalate kata dia akan tetap bijak dalam mengambil jalan keluar sesuai bukti dokumen yang legal.

"Kami sampaikan bahwa kami ada produk buku letter C ataupun letter F yang ada di kantor Camat Tamalate," sebutnya.

Buku Letter C dan Letter F itu kata dia dijadikan acuan history terkait kepemilikan lahan yang ada di wilayah Kecamatan Tamalate.

Terkait maraknya isu mafia tanah kata dia, itu tidak terlepas dari adanya oknum-oknum yang terorganisir.

Namun, lanjut Saddam, pola mafia tanah itu, tidak selamanya melibatkan kaum elit atau konglomerat.

"Mafia tanah itu terkadang muncul dari kalangan bawah yang mengklaim sebuah objek tanah, mengklaim kepemilikan sebuah objek tanah," jelas Saddam.

Dalam penerapan program kerja, visi misi pemerintahan kata Saddam, selalu mengedepankan Pendekatan Dinamic Government yang berlandaskan Adat istiadat yakni "Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge"

Disisi lain sebagai putra Bugis Bone, Saddam juga menerapkan Te' labu essoé ri tengngana bitaraé" (matahari tidak akan tenggelam di tengah langit).

"Filosofi Bugis-Bone ini yang menegaskan keteguhan keyakinan bahwa segala peristiwa hidup berada dalam garis kehendak Tuhan," kata Saddam.

Petuah itu bagi Saddam mengajarkam, bahwa ketenangan jiwa, menghindari cemas berlebih, dan keyakinan bahwa kesulitan tidak akan abadi, menumbuhkan sifat sumange tealara (jiwa yang tidak mudah menyerah).(*)

Berikut Profil Saddam Musma.

Nama: Saddam Musma, S STL, MSi
Tempat Tanggal Lahir: Bone, 05 Juli 1992.

Pendidikan:
IPDN tahun (2015).
SMA Negeri 2 Bone (2010)
SMP Negeri I Sibulue (2007)
SD Inpres 10/73 Maroangin.

Jenjang Karir:
-Sekretaris Lurah Layang (Bontoala) 2016.
-Lurah Baraya (Bontoala) 2018 selama setahun.
-Lurah Maccini Sombala (2022)
-Sekcam Tamalate (2023-sekarang).

Penghargaan;

- Penghargaan Paralegal Justice Award Lurah Terbaik 1 Kota MakasSar 2023 
- Lurah Terbaik 1 Sulawesi Selatan 2023
- Lurah Terbaik Nasional 2023
- Penghargaan Anhubawa Sasana Jagadhita

Inovasi:

- Cerdas lbadah BBM (Bersih-Bersih Mesjid) 
- Sedekah Sampah Plastik ABG Rong
-Mesjid Ramah Anak
- Cafe Restorative Justice Tamalate. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved